Profil Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo mencatat perjalanan hidup seorang tokoh mistikus Islam Indonesia yang memimpin pemberontakan Darul Islam melawan pemerintah dari tahun 1949 sampai 1962. Ia dikenal memiliki tujuan untuk menggulingkan ideologi Pancasila serta mendirikan Negara Islam Indonesia berdasarkan hukum syariah.
Lahir pada 7 Januari 1905, Kartosoewirjo merupakan anak dari pasangan Kartosoewirjo seorang mantri candu. Ia mengenyam pendidikan modern berkat politik etis Belanda dan sempat menempuh studi di Nederlands-Indische Artsenschool sebelum akhirnya terjun mendalam ke dunia politik.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKarier politik Kartosoewirjo melejit saat ia bergabung dengan Sarekat Islam serta menjadi sekretaris pribadi H. O. S. Tjokroaminoto. Ia juga pernah menjabat sebagai Pemimpin Redaksi koran harian Fadjar Asia dengan menyuarakan tulisan radikal menentang bangsawan yang bekerja sama dengan Belanda.
Puncak pergerakan politik Kartosoewirjo terjadi ketika kekecewaannya terhadap pemerintah pusat membawanya memproklamirkan Negara Islam Indonesia pada 7 Agustus 1949. Gerilya panjangnya berakhir setelah aparat keamanan menangkapnya di Gunung Rakutak hingga dihukum mati pada 5 September 1962.
Perjalanan Akhir dan Kehidupan Keluarga Kartosoewirjo
Pelarian dan perlawanan Kartosoewirjo di hutan berakhir setelah aparat keamanan menangkapnya melalui perburuan panjang di wilayah Gunung Rakutak, Jawa Barat, pada 4 Juni 1962. Pemerintah Indonesia kemudian menjatuhkan hukuman mati kepada dirinya di Pulau Ubi, Kepulauan Seribu, Jakarta.
Dalam kehidupan pribadinya, Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo menikah dengan Dewi Siti Kalsoem yang merupakan putri dari ulama asal Malangbong, Garut, bernama Ajengan Kartawisastra. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai 12 anak.
Tiga dari total anak pasangan tersebut bahkan lahir saat Kartosoewirjo harus menjalani kehidupan bergerilya di dalam hutan bersama para pengikut setianya. Silsilah keluarga ini juga mencatatkan hubungan kekerabatan dengan figur publik masa kini seperti penyanyi Mulan Jameela.
Kisah hidup Kartosoewirjo menjadi salah satu catatan sejarah penting dalam dinamika politik masa awal kemerdekaan Indonesia. Perjalanannya dari seorang pelajar cerdas hingga menjadi pemimpin pemberontakan bersenjata meninggalkan warisan sejarah yang kompleks bagi bangsa.