Stasiun Karet terletak di Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada ketinggian plus 11 meter dan hanya melayani Commuter Line Cikarang. Stasiun yang berada di dekat kawasan perkantoran Karet Tengsin dan pemakaman Karet Bivak ini memiliki nomor stasiun C11a karena berbagi nomor dengan Stasiun Sudirman Baru atau BNI City.
Stasiun Karet resmi dibuka pada 1 Agustus 1922 bersamaan dengan jalur kereta api Tanah Abang dan Manggarai untuk menggantikan jalur lintas Salemba. Pembangunan stasiun tersebut dilakukan seiring penataan ulang tata kota Batavia pada masa kolonial Belanda.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSeiring berjalannya waktu, elektrifikasi jalur dan renovasi besar dilakukan pada 1987 untuk mendukung pengoperasian layanan Lin Lingkar Jakarta. Transformasi ini menjadi tonggak penting dalam modernisasi transportasi berbasis rel di ibukota.
Dalam perkembangannya, muncul rencana integrasi Stasiun Karet dengan Stasiun Sudirman Baru atau BNI City guna meningkatkan keselamatan penumpang dan efisiensi waktu tempuh perjalanan kereta api.
Rencana Integrasi dan Transformasi Menuju Concourse Modern
Pemerintah bersama PT Kereta Api Indonesia dan KAI Commuter merancang penataan ulang fasilitas stasiun di kawasan tersebut. Rencana peleburan layanan bertujuan mengatasi kendala peron sempit yang berisiko bagi keselamatan pengguna.
Meskipun sempat memicu perdebatan terkait nasib para pengguna, pengemudi ojek, dan pelaku usaha sekitar, pihak pengelola memutuskan untuk menata ulang fungsi bangunan. Stasiun Karet direncanakan berfungsi sebagai area concourse untuk mendukung Stasiun BNI City.
Integrasi ini diharapkan mampu mengurai kepadatan penumpang sekaligus memberikan kenyamanan akses bagi masyarakat yang mobilitasnya tinggi di kawasan bisnis Jakarta Pusat.
Berbagai pembenahan fasilitas penunjang terus dimatangkan agar proses perpindahan antarmoda berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas harian para pengguna komuter.