Stasiun Pasar Minggu berkode PSM merupakan stasiun kereta api kelas I terletak di Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan. Lokasi stasiun berada pada ketinggian plus 36 meter serta khusus melayani rute KRL Commuter Line dengan jarak 18,3 kilometer arah selatan dari Jakarta Kota.
Posisi stasiun ini sangat strategis karena berada dekat pusat perbelanjaan Ramayana dan Borobudur serta pasar tradisional yang menyediakan berbagai kebutuhan harian masyarakat. Area dalam stasiun juga dilengkapi kios komersial yang menjual aneka macam barang bagi para pengguna jasa transportasi publik.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeInfrastruktur stasiun ini memiliki total empat jalur kereta api dengan fungsi spesifik untuk mengatur kelancaran perjalanan KRL maupun kereta angkutan barang. Jalur 3 difungsikan sebagai sepur lurus arah Bogor, jalur 2 dipakai sepur lurus arah Manggarai, sementara jalur 1 dan 4 dimanfaatkan sebagai sepur belok untuk penyusulan antarkereta.
Panjang peron stasiun sudah diperpanjang guna menampung rangkaian kereta rel listrik terdiri dari 12 kereta demi mengoptimalkan kapasitas angkut penumpang. Fasilitas penyeberangan antarperon tersedia melalui terowongan bawah tanah yang terletak di bagian selatan peron demi keamanan pengguna jasa.
Tata Letak dan Layanan Kereta Api di Stasiun Pasar Minggu
Tata letak bangunan Stasiun Pasar Minggu dirancang untuk memberikan kemudahan akses bagi mobilitas harian para komuter di wilayah ibu kota. Jembatan penyeberangan orang baru di depan stasiun terhubung langsung dengan pusat perbelanjaan Robinson serta dilengkapi fasilitas lift khusus penyandang disabilitas.
Selain melayani naik turun penumpang KRL Commuter Line, jalur rel stasiun ini turut dilintasi rangkaian kereta angkutan semen dan batubara dari maupun tujuan Stasiun Nambo. Kehadiran berbagai fasilitas pendukung tersebut mencerminkan komitmen pengelola dalam menghadirkan pelayanan transportasi massal terintegrasi yang andal dan aman.
Perubahan akses masuk stasiun terjadi setelah perpanjangan peron yang membuat pintu sisi utara ditutup sehingga akses utama terpusat di sisi selatan bangunan stasiun. Pengguna disabilitas dapat memanfaatkan perlintasan sebidang lama di ujung selatan peron beserta rampa khusus untuk mencapai area peron tinggi.
Eksistensi stasiun kelas I ini terus menjadi salah satu simpul transportasi vital yang memperlancar mobilitas warga Jakarta Selatan menuju berbagai destinasi perkotaan.