Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Profil Taman Wilhelmina, Taman...
BERITA

Profil Taman Wilhelmina, Taman Terbesar Batavia yang Kini Jadi Masjid Istiqlal

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 9 Agustus 2026
Ilustrasi kawasan sejarah Taman Wilhelmina di Batavia masa kolonial Belanda

Ilustrasi kawasan sejarah Taman Wilhelmina di Batavia masa kolonial Belanda

Profil Taman Wilhelmina mencatat sejarah sebagai salah satu ruang terbuka hijau terluas dan termodern di Asia pada abad ke-19 yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda di jantung kota Batavia. Letak lokasi taman ikonik ini berada tepat di depan Gereja Katedral Jakarta, di mana area tersebut kini telah berdiri megah Masjid Istiqlal.

Pembangunan fasilitas publik tersebut digagas langsung oleh Gubernur Jenderal Van De Bosch pada tahun 1834 dengan fungsi awal sebagai kebun sayur bagi para opsir militer Belanda. Selain memenuhi kebutuhan logistik militer, area ini dengan cepat bertransformasi menjadi tempat tamasya favorit kaum elit Kompeni dan tuan tanah kaya.

Para pembesar Belanda bersama keluarga rutin mendatangi kawasan hijau tersebut setiap akhir pekan untuk melepas penat dari rutinitas harian yang melelahkan. Penamaan Wilhelmina sendiri diambil sebagai bentuk penghormatan warga Hindia Belanda kepada calon ratu mereka saat itu, Wilhelmina.

Daya tarik kawasan tersebut semakin lengkap berkat keberadaan aliran Sungai Ciliwung yang menghadirkan suara gemericik air alami di tengah rindangnya pepohonan. Kompleks taman juga menyimpan sejumlah bangunan penting, termasuk Benteng Prins Frederik Hendrik atau Gedung Tanah serta monumen Waterloo untuk mengenang serdadu yang tewas di Aceh.

Transformasi Taman Wilhelmina Menjadi Masjid Istiqlal

Batavia

Seiring bergulirnya waktu, kondisi kawasan hijau kebanggaan kolonial tersebut mengalami kemunduran drastis hingga tidak terawat dan sempat berubah menjadi area telantar pada awal era 1950-an. Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Soekarno akhirnya turun tangan melakukan penataan ulang total atas wilayah terbengkalai itu.

Alih fungsi lahan dilakukan secara besar-besaran untuk mewujudkan impian pendirian rumah ibadah nasional bagi umat Islam Indonesia. Bekas area benteng kolonial yang berdiri di atas lahan luas tersebut kemudian dipilih langsung oleh Bung Karno sebagai lokasi pembangunan Masjid Istiqlal.

Perubahan drastis ini menandai babak baru sejarah tata kota Jakarta, dari pusat rekreasi kaum elit asing menjadi simbol kedaulatan bangsa dan pusat kegiatan keagamaan nasional. Seluruh memori masa lalu mengenai kebun hiburan kolonial kini melebur sepenuhnya di bawah kubah megah masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Jejak sejarah kawasan Wilhelmina Park kini hanya tersisa dalam catatan arsip masa lampau Batavia sebagai bagian dari evolusi lanskap perkotaan Jakarta. Transformasi monumental ini sekaligus mengukuhkan peralihan fungsi ruang publik kolonial menjadi warisan monumental bagi kemerdekaan Indonesia.

Topics
taman wilhelmina masjid istiqlal sejarah jakarta batavia belanda van de bosch wisata sejarah profil
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.