Sebagaimana diwartakan oleh media setempat, para pekerja dan organisasi serikat buruh yang tergabung dalam Vialidad Nasional menggelar aksi unjuk rasa berupa olla popular di kawasan bersejarah Puente Nicolás Avellaneda, Buenos Aires. Aksi ini dilatarbelakangi oleh kekecewaan mendalam atas kondisi infrastruktur jembatan yang dinilai mengalami pembiaran secara terencana oleh pihak berwenang.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, aksi protes yang diinisiasi oleh Asociación de Trabajadores del Estado, Federación del Personal de Vialidad Nacional, serta Sindicato de Empleados de Vialidad Nacional ini menyoroti kerusakan parah pada fasilitas penyeberangan pejalan kaki. Seluruh eskalator di jembatan tersebut dilaporkan lumpuh total, memaksa ribuan pejalan kaki untuk menaiki tangga manual setinggi lima lantai setiap harinya.
Menurut keterangan dari sekretaris jenderal SEVINA, Emiliana McNamara, situasi ini sangat membahayakan keselamatan warga yang melintas, termasuk anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, serta warga yang membawa sepeda dan kereta dorong bayi. Selain eskalator yang mati, fasilitas lif penyeberangan juga mengalami penghentian perawatan rutin, minimnya pasokan kebersihan, hingga kurangnya cat pemeliharaan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeTidak hanya soal fasilitas yang rusak, para serikat pekerja juga menyuarakan keprihatinan atas drastisnya pengurangan jumlah personel operasional di lapangan. Tercatat saat ini hanya ada 47 pekerja yang siaga melayani jembatan penghubung antara La Boca dan Isla Maciel tersebut selama 24 jam penuh, merosot tajam dari jumlah sebelumnya yang mencapai sekitar 100 orang.
Mengutip laporan dari Tiempo Argentino, Puente Nicolás Avellaneda yang memiliki panjang sekitar 1.650 meter ini bukan sekadar jalur penghubung transportasi darat belaka, melainkan simbol kedaulatan dan identitas kultural bagi warga sekitar. Melalui aksi protes ini, para pekerja mendesak pemerintah agar segera membenahi fasilitas publik demi kepentingan masyarakat luas.