Satelit jatuh kembali ke bumi berpotensi membawa dampak buruk bagi kelangsungan lapisan ozon akibat endapan partikel aluminium sisa pembakaran di atmosfer. Berdasarkan analisis Kabayan News, fenomena tersebut kian mengkhawatirkan seiring lonjakan jumlah wahana antariksa beroperasi di orbit rendah bumi.
Sebagaimana dilaporkan dari berbagai sumber, sebagian besar satelit modern memanfaatkan orbit meluruh di akhir masa aktifnya sebelum akhirnya terbakar habis saat memasuki lapisan atmosfer. Kendati jarang menghantam daratan secara langsung, tumpukan logam terbakar tersebut tidak serta merta hilang begitu saja di udara.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip laporan ilmiah terkini, material utama penyusun satelit umumnya berupa aluminium. Ketika wahana tersebut hancur terbakar saat jatuh kembali, logam itu berubah menjadi aerosol mikroskopis bernama alumina yang berpotensi mencemari lapisan stratosfer dalam kurun waktu lama.
Berdasarkan pengamatan Kabayan News, populasi aktif satelit di orbit rendah bumi melonjak drastis hingga mencapai ribuan unit, didominasi jaringan komunikasi seperti Starlink. Proyeksi masa depan bahkan menunjukkan potensi puluhan ribu satelit siap mengakhiri masa tugasnya dalam beberapa dekade mendatang.
Studi ilmiah dalam Journal of Geophysical Research: Atmospheres mengungkapkan bahwa konsentrasi alumina pekat di udara mampu memicu perubahan pola angin kutub hingga pemanasan mesosfer. Meskipun penelitian lanjutan masih diperlukan, ancaman nyata terhadap keseimbangan atmosfer bumi kini mulai mendesak perhatian para ahli.