Musibah kebakaran melanda bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Citapen yang berlokasi di Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, pada Selasa (21/7/2026) sore. Kobaran api menghanguskan sedikitnya tiga ruangan yang berada di lantai dua bangunan sekolah tersebut, meliputi ruang kelas 3C, kelas 4B, dan sebuah gudang penyimpanan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa naas ini lantaran seluruh proses kegiatan belajar mengajar telah usai. Pihak sekolah menaksir total kerugian material akibat insiden kebakaran tersebut mencapai Rp50 juta.
Kepala SDN Citapen, Ene Rosidah, menceritakan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 15.55 WIB saat para siswa sudah dipulangkan. "Alhamdulillah kebakaran terjadi ketika anak-anak sudah pulang. Kejadian sekitar 15.55 WIB, jadi pembelajaran sudah selesai, guru-guru juga sudah pulang," ungkap Ene di lokasi kejadian.
Meski demikian, beberapa guru yang masih berada di lingkungan sekolah untuk menyelesaikan pekerjaan menjadi pihak pertama yang menyadari keberadaan kobaran api di lantai dua. "Pertama kali ditemukan oleh guru. Katanya api dari gundukan meja dan kursi yang sudah rusak," tutur Ene menambahkan.
Api dengan cepat membesar dan membuat para saksi langsung bergegas melaporkan kejadian tersebut ke kantor BPBD Kabupaten Tasikmalaya yang tak jauh dari lokasi. Petugas Pemadam Kebakaran Pemkot Tasikmalaya pun segera diterjunkan hingga akhirnya si jago merah berhasil dikendalikan dalam kurun waktu sekitar 30 menit.
Akibat kerusakan pada fasilitas kelas, pihak sekolah memutuskan untuk mengalihkan proses belajar mengajar bagi siswa terpengaruh menjadi metode jarak jauh. "Untuk kegiatan besok dengan seizin Kabid SD Disdik, kelas 3 C dan 4 B didaringkan, supaya kita bisa memeriksa kondisi bangunan terkait kejadian ini. Supaya nanti anak-anak juga aman," jelas Ene.
Mengenai pemicu kebakaran, dugaan sementara mengarah pada masalah instalasi listrik. Pamapta Polres Tasikmalaya Kota, Ipda Joni Jonansa, menyampaikan bahwa hasil olah TKP oleh tim Inafis mengindikasikan adanya hubungan arus pendek. "Setelah dilakukan olah TKP oleh tim Inafis Polres Tasikmalaya Kota, untuk sementara diduga api berasal dari korsleting listrik yang ada di stop kontak di dekat gundukan barang bekas. Tapi untuk memastikannya masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut," ujar Joni.
Joni juga menambahkan bahwa tumpukan barang bekas di gudang mempercepat pembesaran kobaran api. "Yang terbakar barang-barang bekas, kursi, meja lemari, berkas dari kertas jadi memang bahan yang mudah terbakar, sehingga api dengan cepat membesar," pungkasnya.