Kirsten Bridegan, istri mendiang eksekutif Microsoft Jared Bridegan, memberikan kesaksian dalam sidang perdana kasus pembunuhan berencana yang menghadirkan terdakwa Mario Fernandez Saldana di Pengadilan Duval County, Florida, pada Senin, 17 Agustus 2026. Dalam persidangan tersebut, Kirsten membeberkan konflik panjang terkait hak asuh anak serta percakapan telepon terakhir yang terasa ganjil sebelum suaminya tewas dalam penyergapan di pinggir jalan pada Februari 2022.
Jaksa penuntut umum memaparkan bahwa Fernandez Saldana diduga turut merencanakan dan membiayai pembunuhan tersebut, di mana Henry Tenon disebut sebagai eksekutor penembakan. Selama persidangan, pihak penuntut juga menampilkan rekaman CCTV yang merekam pergerakan kendaraan di sekitar lokasi kejadian di Jacksonville Beach sesaat sebelum suara tembakan terdengar.
Kirsten mengungkapkan hubungan antara suaminya dan mantan istri, Shanna Gardner-Fernandez, diwarnai ketegangan dan ketiadaan kepercayaan setelah perceraian mereka pada 2015. Perselisihan mengenai pembagian waktu pengasuhan, biaya medis, hingga urusan sekolah anak-anak menjadi pemicu utama keretakan hubungan keluarga tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDalam kesaksiannya, Kirsten menceritakan momen terakhir berbicara melalui sambungan telepon dengan suaminya setelah Jared selesai mengantar anak-anak mereka. Percakapan tersebut mendadak berakhir dalam keheningan yang janggal, sebelum akhirnya korban ditemukan tewas setelah keluar dari mobil untuk memindahkan ban yang sengaja diletakkan di tengah jalan gelap.
Duduk Perkara Kasus Pembunuhan Berencana Jared Bridegan
Kasus pembunuhan yang merenggut nyawa Jared Bridegan, ayah dari empat anak, telah menarik perhatian luas publik sejak penemuan jenazahnya di Jacksonville Beach pada Februari 2022. Penyelidikan pihak berwenang berujung pada penangkapan tiga orang tersangka, termasuk Henry Tenon, Mario Fernandez Saldana, dan mantan istri korban, Shanna Gardner-Fernandez.
Pihak kepolisian menemukan keterlibatan para tersangka setelah menelusuri aliran dana dan komunikasi intensif di antara mereka menjelang hari penembakan. Henry Tenon awalnya sempat mengaku bersalah dan bekerja sama dengan penegak hukum sebelum akhirnya menarik kembali kesepakatan tersebut, sehingga memaksa majelis hakim memisahkan jadwal persidangan bagi para terdakwa.
Tim penasihat hukum Mario Fernandez Saldana membantah seluruh tuduhan dan menyatakan bahwa negara tidak memiliki bukti kuat yang menunjukkan kliennya memerintahkan atau berniat membunuh korban. Pembela berargumen bahwa pembayaran uang kepada Tenon murni berkaitan dengan urusan pekerjaan properti sewaan.
Persidangan lanjutan untuk terdakwa Mario Fernandez Saldana masih terus bergulir di pengadilan Florida dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi lainnya. Sementara itu, proses pemilihan juri untuk persidangan Shanna Gardner-Fernandez dijadwalkan akan segera menyusul pada akhir Agustus 2026.