Skandal dunia akademik kembali mencuat setelah mahasiswi Princeton University Rishika Porandla secara terbuka mengakui bahwa dirinya tidak pernah melakukan eksperimen yang dijelaskan dalam makalah ilmiah karyanya yang kini telah ditarik dari jurnal Macromolecular Materials and Engineering.
Berdasarkan pengamatan Kabayan News, pengakuan tersebut sekaligus meralat klaim awal menyatakan penelitian itu didasarkan pada kerja keras di laboratorium selama ia masih berstatus sebagai pelajar sekolah menengah atas.
Mengutip laporan dari Retraction Watch, eksperimen tentang peningkatan biodegradasi polyvinyl chloride menggunakan nanopartikel emas dan pancaran elektron tersebut ternyata sebatas alur kerja usulan beserta hasil kalkulasi terkait.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebagaimana dilaporkan dalam klarifikasi terbarunya kepada pihak penerbit Wiley, ia menyatakan kebingungan publik membuatnya menyadari bahwa penjelasan dalam publikasi sebelumnya kurang jelas sehingga memicu polemik luas di kalangan akademisi.
Dalam analisis Kabayan News, kasus ini menyoroti tekanan besar yang kerap dihadapi oleh para peneliti muda untuk segera masuk ke dunia publikasi ilmiah sebelum benar-benar memahami standar ketelitian eksperimen serta reproduisibilitas data.
Sebelumnya, makalah yang dipublikasikan pada tahun 2024 tersebut sempat mendulang pujian dari berbagai pihak termasuk para pengajar serta editor jurnal, sebelum akhirnya menuai sorotan tajam dan investigasi mandiri dari komunitas pemerhati sains.