Strategi kendaraan otonom Tesla yang mengandalkan sistem kamera tunggal kembali menuai sorotan tajam dari para kompetitor industri otomotif global. Pendekatan yang selama ini dibanggakan karena mampu menekan biaya produksi tersebut dinilai memiliki batas kemampuan yang lebih rendah dalam jangka panjang.
Co-Chief Executive Officer Waymo Dmitri Dolgov secara terbuka mengkritik penggunaan sistem berbasis kamera saja atau camera-only dalam pengembangan teknologi swakemudi. Ia menyebut pendekatan itu sebagai sistem penginderaan lemah yang dapat berkembang cepat pada tahap awal namun menghadapi hambatan performa signifikan.
"Sistem penginderaan yang berbeda ini bukan sekadar cadangan bagi satu sama lain, melainkan menyatu menjadi pandangan dunia tunggal yang jauh lebih unggul," ujar Dolgov dalam pemaparannya di hadapan para pelaku industri teknologi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeWaymo sendiri memilih untuk mengombinasikan tiga jenis sensor sekaligus yaitu kamera, LiDAR, dan radar guna memastikan keamanan operasional kendaraan. Kombinasi sensor berlapis terbukti mampu mengatasi kondisi ekstrem seperti badai salju lebat atau lensa kamera tertutup kotoran yang dapat melumpuhkan sistem kamera tunggal.
Tantangan Perangkat Keras dan Regulasi Robotaxi Tesla
Kritik terhadap strategi sensor Tesla menjadi persoalan serius bagi para investor mengingat valuasi perusahaan sangat bergantung pada potensi bisnis robotaxi. Berdasarkan analisis Morgan Stanley, sekitar 41 persen dari valuasi Tesla disumbangkan oleh teknologi otonom dan layanan robotaxi.
Kendati demikian, Tesla masih harus menyelesaikan persoalan besar terkait keterbatasan perangkat keras pada sekitar 4 juta kendaraan lama. Perusahaan mengakui bahwa komputer Hardware 3 tidak cukup kuat untuk menjalankan fitur swakemudi penuh tanpa pengawasan seperti yang dijanjikan kepada konsumen.
Selain masalah perangkat keras, Tesla juga tertinggal dalam hal transparansi jadwal perizinan komersial untuk kendaraan robotaxi Cybercab miliknya. Sebaliknya, kompetitor seperti Zoox telah mengantongi izin resmi dari National Highway Traffic Safety Administration untuk menggelar layanan taksi tanpa kemudi di Las Vegas.
Mengingat para pesaing utama telah mencatat keunggulan signifikan di sektor komersialisasi robotaxi, Tesla dituntut untuk segera mengejar ketertinggalan. Tanpa kepastian regulasi dan peningkatan teknologi sensor yang lebih andal, ambisi besar Tesla di sektor kendaraan otonom berisiko menghadapi hambatan berat.