Obat diabetes metformin dikenal luas sebagai salah satu resep paling populer di Amerika Serikat untuk mengatasi lonjakan gula darah. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, pemahaman medis mengenai cara kerja obat ini terus mengalami perkembangan signifikan seiring berjalannya waktu.
Menurut laporan terbaru dari Northwestern University yang diterbitkan dalam jurnal Nature Metabolism, mekanisme utama metformin ternyata berpusat di dalam saluran pencernaan manusia. Sebagaimana dilaporkan oleh para peneliti, obat ini membantu usus menyerap glukosa langsung dari aliran darah.
"Metformin pada dasarnya membantu usus menyerap glukosa keluar dari aliran darah, yang semakin menyoroti bahwa usus memainkan peran utama dalam mengatur kadar gula darah," ujar ko-penulis studi Navdeep Chandel dalam rilis resmi universitas.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip laporan dari studi tersebut, penemuan ini mengubah asumsi lama yang meyakini bahwa metformin bekerja secara dominan dengan menginstruksikan hati agar berhenti memproduksi kelebihan gula. Melalui pengujian pada sel manusia dan tikus, para ahli melihat bahwa obat ini mengintervensi fungsi mitokondria di dalam sel usus.
"Studi kami menunjukkan bahwa meninjau kembali asumsi tentang mekanisme metformin dapat memberikan pemahaman lebih rinci mengenai cara kerjanya," jelas penulis utama studi Zach Sebo dalam pernyataan resminya.
Dari analisis Kabayan News, temuan molekuler ini juga sejalan dengan pengamatan klinis pada pasien yang merasakan penurunan kadar gula darah tepat setelah mereka makan. Selain itu, para peneliti melihat adanya kemiripan mekanisme pada suplemen herbal berberine yang sering dijuluki sebagai Nature's Ozempic dalam menurunkan kadar glukosa.