Obat Viagra yang dikenal luas sebagai pengobatan disfungsi ereksi selama hampir tiga dekade kini menyimpan potensi medis baru dalam dunia onkologi. Sebagaimana dilaporkan dalam jurnal Cancer Research, para peneliti dari Weizmann Institute of Science menemukan bahwa sildenafil dapat membatasi kemampuan sel kanker bermetastasis melalui mekanisme biologi baru.
Penelitian dipimpin oleh Dr. Yarden Ariav di laboratorium Prof. Ayelet Erez ini meneliti pengaruh sildenafil terhadap metabolisme sel kanker. Pengamatan menunjukkan obat tersebut tidak sekadar melebarkan pembuluh darah, tetapi juga mengubah transportasi kolesterol di dalam sel sehingga ketersediaannya bagi sel kanker menurun drastis.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePenurunan kadar kolesterol internal tersebut membuat sel kanker kesulitan melakukan perubahan bentuk yang diperlukan untuk melepaskan diri dari tumor primer dan berpindah ke jaringan lain. Dari analisis data rekam medis berskala besar milik Clalit Health Services, tim peneliti juga mencatat adanya korelasi statistik antara penggunaan sildenafil dan angka harapan hidup lebih baik pada pasien kanker.
Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa temuan ini masih sebatas studi observasi dan eksperimen praklinis pada tikus serta kultur sel manusia. Uji klinis lanjutan pada manusia tetap dibutuhkan secara komprehensif guna memastikan efektivitas serta keamanan penggunaan sildenafil sebagai bagian dari strategi terapi kanker di masa depan.