Risiko harian seperti merokok dan tekanan darah tinggi berpotensi merusak otak pada orang lanjut usia jauh sebelum gejala gangguan memori muncul. Berdasarkan analisis Kabayan News, temuan dari Lund University di Swedia menyoroti bagaimana faktor risiko dapat dikendalikan untuk melindungi kesehatan otak dan mencegah penurunan kognitif sejak dini.
Demensia bukan sekadar penyakit tunggal melainkan istilah umum untuk masalah serius pada memori, cara berpikir, serta fungsi sehari-hari. Penyakit Alzheimer menjadi penyebab paling umum, sementara demensia vaskular berkembang apabila pembuluh darah beserta aliran darah di dalam otak mengalami kerusakan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeTim peneliti Lund University mengamati hampir 500 partisipan berusia rata-rata 65 tahun tanpa adanya tanda-tanda gangguan kognitif pada awal penelitian. Pengamatan berjalan selama empat tahun untuk memantau perubahan biologis bertahap pada jaringan otak putih yang berfungsi menghubungkan berbagai wilayah saraf.
Hasil analisis menunjukkan bahwa merokok, penyakit kardiovaskular, lemak darah tinggi, serta tekanan darah tinggi berkaitan erat dengan kerusakan pembuluh darah kecil di otak. Kondisi tersebut memicu percepatan pertumbuhan lesi pada materi putih otak selama periode empat tahun pengamatan.
Sebagaimana dilaporkan dalam studi, otak sangat bergantung pada pasokan oksigen serta nutrisi konstan dari aliran darah. Tekanan darah tinggi jangka panjang mampu merusak pembuluh darah kecil, sementara kebiasaan merokok dapat melemahkan dinding pembuluh dan mengganggu sirkulasi darah secara keseluruhan.
Kendati demikian, para peneliti mencatat perlunya kehati-hatian dalam mengaitkan diabetes serta indeks massa tubuh rendah dengan protein Alzheimer seperti amyloid beta dan tau. Penelitian lebih lanjut tetap dibutuhkan guna memastikan arah hubungan biologis tersebut secara akurat.
Pencegahan demensia sebaiknya dimulai sebelum gejala klinis muncul melalui pengelolaan tekanan darah, penghentian kebiasaan merokok, serta penerapan gaya hidup sehat secara konsisten.
Menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah terbukti memberikan dampak positif bagi perlindungan fungsi kognitif di usia senja. Pengamatan lanjutan diharapkan mampu memberikan panduan medis lebih tepat untuk merawat kesehatan otak masyarakat.