Video pendek terbukti dapat menonaktifkan dua wilayah otak manusia yang berkaitan langsung dengan kendali kognitif dan pemantauan diri.
Berdasarkan studi neurofiskal dari Zhejiang University yang menguji 56 orang dewasa muda berusia rata-rata 23,3 tahun, penonton berada dalam kondisi minim usaha saat menyaksikan konten yang disukai.
Para peneliti menggunakan pencitraan resonansi magnetik fungsional untuk mengukur aktivitas otak ketika peserta mengonsumsi blok video berdurasi 6 menit.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeHasil pemindaian menunjukkan penurunan aktivitas yang signifikan pada korteks singulata anterior dorsal dan korteks prefrontal dorsolateral ketika peserta menikmati video secara tuntas.
Dampak Penurunan Aktivitas Otak pada Pengguna
Penurunan aktivitas di bagian otak tersebut mengindikasikan bahwa proses pemantauan diri menjadi kurang aktif selama individu terpapar konten hiburan visual yang menyenangkan.
Meskipun demikian, para peneliti mencatat bahwa penurunan aktivitas ini mencerminkan downregulasi adaptif saat seseorang melakukan aktivitas pasif, bukan gangguan kognitif permanen.
Di sisi lain, peserta penelitian tercatat melewatkan sekitar 57 persen dari total video yang disajikan, menunjukkan bahwa audiens tetap mampu menyaring konten yang kurang menarik.
Temuan ilmiah ini memberikan wawasan baru bagi industri periklanan dan pemerhati kesehatan digital dalam memahami pola atensi masyarakat modern terhadap paparan media sosial.