Warna cerah pada kulit buah pitaya atau buah naga ternyata tidak muncul dari satu senyawa tunggal saja, melainkan hasil dari koordinasi perubahan di beberapa jalur pigmen sekaligus. Berdasarkan laporan penelitian ilmiah terbaru, komponen betalain terutama betasianin merah menjadi penentu utama warna merah pada kulit buah tersebut.
Sebagaimana diungkapkan dalam studi terkini, kontribusi yang lebih besar terhadap warna kuning pada kulit buah naga justru diberikan oleh kandungan karotenoid dan flavonoid, khususnya pada kultivar tertentu seperti "Yanwoguo". Pengurangan produksi klorofil serta percepatan degradasi klorofil turut membantu memunculkan pigmen-pigmen tersebut seiring dengan proses kematangan buah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan analisis media, temuan metabolit serta gen yang berkaitan dengan perbedaan warna kulit buah naga ini memberikan fondasi ilmiah yang sangat kuat. Dasar penelitian tersebut diharapkan dapat mendukung upaya pemuliaan tanaman untuk menghasilkan kultivar pitaya dengan penampilan visual yang jauh lebih beragam, stabil, dan memiliki nilai jual komersial tinggi.
Melalui identifikasi genetik yang mendalam, para periset membuka peluang baru bagi pengembangan komoditas holtikultura unggulan di masa depan. Petani dan pelaku industri agrikultur kini memiliki panduan molekuler yang lebih presisi untuk meningkatkan kualitas estetika buah di pasaran.