Maraknya aksi kejahatan jalanan atau begal di Kota Bandung belakangan ini membuat masyarakat yang beraktivitas pada malam hari merasa waswas. Rasa takut tersebut membuat sebagian warga enggan melintasi jalanan sepi lantaran khawatir menjadi korban tindak kriminal.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kondisi ini dialami oleh Adinda Religia, pekerja berusia 25 tahun asal Kopo Sayati. Ia terpaksa meminta pengawalan kepolisian saat hendak pulang dari tempat kerjanya di kawasan Jalan Rajawali menuju rumahnya di Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, akibat maraknya rumor Bandung zona merah begal.
Adinda menceritakan, saat itu dirinya baru saja menyelesaikan sif kerja pada Senin malam. Informasi terkait rawan kejahatan di jalur Soekarno Hatta dan Flyover Kopo yang ramai di media sosial membuatnya dan rekan kerjanya merasa ragu untuk berkendara sendirian.
"Hubungi Polisi 110. Neleponlah, karena lumayan takut, terus coba telepon dan diangkat, lalu ngejelasin ini red zone, saya lewat Soeta, saya minta anter buat pulang kerja dari arah Rajawali ke Kopo bisa nggak? Kata polisinya boleh," kata Adinda saat dihubungi via telepon, Rabu (22/7/2026).
Petugas kepolisian datang menggunakan mobil dinas untuk mengawal rombongan Adinda yang berkendara sepeda motor hingga sampai ke tujuan dengan aman. Ia mengaku bersyukur lantaran pihak Polrestabes Bandung kini juga bergerak cepat meringkus sejumlah pelaku kejahatan jalanan yang meresahkan.
"Alhamdulillah sudah ketangkap, karena meresahkan buat kita yang lewat daerah tersebut, mudah-mudahan beri efek jera untuk para begal," ujar Adinda sembari berharap patroli malam serta penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang Jalan Soekarno Hatta makin ditingkatkan.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Andir AKP Triyono Raharja membenarkan adanya pengawalan tersebut. Ia menjelaskan bahwa jajaran piket Polsek Andir langsung meluncur ke lokasi setelah menerima laporan dari layanan call center 110.
"Ya mungkin yang bersangkutan takut pulang karena sudah malam apalagi di media sosial ramai soal tindak kejahatan jalanan, akhirnya meminta bantuan ke pihak kepolisian untuk diantar. Kami sebagai bentuk pelayanan ke masyarakat, tentu senang bisa mengawal," jelas Triyono.
Triyono mengimbau warga Kota Bandung agar tidak ragu memanfaatkan layanan darurat 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau menemukan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungannya.