Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Teleskop James Webb Temukan Bintang...
BERITA

Teleskop James Webb Temukan Bintang Tersembunyi di Galaksi Purba

By Redaksi Kabayan News 3 min read 21 Agustus 2026
Teleskop James Webb temukan bintang tersembunyi di galaksi purba alam semesta

Teleskop James Webb temukan bintang tersembunyi di galaksi purba alam semesta

Teleskop James Webb menemukan populasi bintang kecil tersembunyi di dalam 9 galaksi purba yang mengubah pemahaman astronom mengenai massa awal alam semesta. Pengamatan tersebut dilakukan tim peneliti gabungan dengan memanfaatkan data dari instrumen canggih di luar angkasa serta Very Large Telescope di Bumi.

"Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jauh lebih banyak massa daripada yang sebelumnya dipikirkan tersembunyi di dalam bintang-bintang kecil," ujar pemimpin tim peneliti Mariska Kriek dari Leiden University, Belanda, seperti dikutip dari Nature Astronomy pada Rabu, 18 Agustus 2026.

Para astronom selama ini mengandalkan spektrum cahaya total dari suatu galaksi untuk memperkirakan populasinya. Bintang bermassa besar yang sangat terang kerap mendominasi pengamatan sehingga keberadaan bintang-bintang kecil dan redup seringkali tenggelam.

Sensitivitas tinggi dari Teleskop James Webb kini memungkinkan para peneliti mendeteksi ciri-ciri halus dari bintang kecil tersebut. Proporsi bintang kecil di galaksi purba ini ternyata jauh lebih besar jika dibandingkan dengan galaksi modern seperti Bima Sakti.

Model Pembentukan Galaksi Purba Perlu Direvisi

Salah satu galaksi yang terbentuk kurang dari 1,5 miliar tahun setelah Dentuman Besar atau Big Bang bahkan memiliki massa hingga empat kali lipat lebih besar dari estimasi sebelumnya. Hal ini membuat model pembentukan galaksi di masa lalu memerlukan evaluasi ulang.

"Karena banyak planet mengorbit bintang-bintang kecil, penemuan ini bisa jadi berarti lebih banyak planet terbentuk di alam semesta purba dari yang kita duga sebelumnya," tambahnya.

Penelitian terbaru mengenai galaksi purba ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Astronomy pada Rabu, 18 Agustus 2026. Temuan tersebut mematahkan asumsi lama bahwa proporsi massa bintang tercipta dalam rasio yang sama di sepanjang sejarah kosmik.

"Hingga saat ini, pengukuran jenis ini tidak memungkinkan tanpa teleskop yang mengumpulkan cahaya cukup serta teknik analisis baru untuk membedakan fitur halus bintang kecil," kata anggota tim peneliti Martje Slob.

Anggota tim lainnya, Chloe Cheng, menjelaskan bahwa galaksi secara keseluruhan ternyata jauh lebih masif daripada perkiraan sebelumnya. Asumsi mengenai struktur awal alam semesta pun harus disesuaikan dengan data baru ini.

Tim peneliti berencana menerapkan metode pengamatan serupa pada lebih banyak galaksi tertua di alam semesta. Mereka berharap dapat meneliti lebih jauh hingga ke masa kemunculan bintang-bintang pertama di kosmos.

Penemuan ini membuka wawasan baru di berbagai bidang astronomi modern. Pemahaman mengenai evolusi tata surya dan pembentukan planet pada masa dini alam semesta kini berada dalam sudut pandang yang berbeda.

Topics
teleskop james webb jwst galaksi purba astronomi leiden university alam semesta bintang tersembunyi nature astronomy big bang sains
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.