NASA resmi menghentikan misi penyelamatan teleskop ruang angkasa Swift pada Rabu, 19 Agustus 2026, setelah wahana penyelamat Katalyst mengalami kendala teknis dalam mengendalikan posisinya di orbit. Teleskop yang telah beroperasi selama 20 tahun melacak ledakan sinar gamma di alam semesta ini dipastikan akan terjun dan terbakar di atmosfer bumi.
Wahana penyelamat bernama Link yang diluncurkan pada awal Juli 2026 mengalami masalah kestabilan dan sempat berputar tak terkendali di orbit. Meskipun pengendali penerbangan berhasil memperlambat putaran tersebut, kendala pada sistem pengarahan dan pemosisian membuat misi penangkapan teleskop Swift harus dibatalkan.
NASA sebelumnya telah mengucurkan dana sebesar 30 juta dolar AS kepada perusahaan startup Katalyst Space Technologies untuk menaikkan orbit teleskop dari ketinggian 345 kilometer ke posisi lebih aman di 600 kilometer. Aktivitas matahari yang intens sebelumnya telah menyebabkan teleskop tersebut kehilangan ketinggian lebih cepat dari perkiraan semula.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Ini bukan hasil yang kami harapkan, namun hal ini tidak mengubah alasan mengapa misi ini layak untuk dicoba," ujar Administrator NASA Jared Isaacman melalui keterangan resminya.
Dampak Kegagalan Misi pada Masa Depan Teleskop Hubble
Sebagai bagian dari kompensasi kegagalan, Katalyst tetap akan mengoperasikan wahana Link di dekat teleskop Swift guna menguji kemampuan teknologi untuk operasi penyelamatan satelit di masa depan. Direktur Utama Katalyst Ghonhee Lee menyatakan bahwa misi ini merupakan tantangan berisiko tinggi dengan jadwal pengerjaan yang sangat ketat di bawah satu tahun.
Teleskop Swift diluncurkan pertama kali pada tahun 2004 dan instrumen sainsnya telah dimatikan awal tahun ini guna memperlambat penurunannya. Dengan kegagalan misi penyelamatan ini, para ilmuwan memperkirakan kehancuran akhir teleskop Swift di atmosfer bumi akan terjadi paling lambat pada bulan Oktober 2026.
Kegagalan misi penyelamatan teleskop Swift ini turut menimbulkan tanda tanya besar mengenai nasib teleskop ruang angkasa lainnya yang mengalami penurunan orbit akibat aktivitas matahari. Teleskop Hubble milik NASA yang telah berusia 36 tahun sebelumnya diproyeksikan menjadi target berikutnya untuk mendapatkan dorongan orbit apabila misi penyelamatan Swift berhasil.
NASA belum dapat memastikan apakah rencana penyelamatan untuk teleskop Hubble akan dilanjutkan menyusul kegagalan yang dialami oleh wahana Link milik Katalyst. Kondisi orbit Hubble saat ini juga terus menurun akibat badai matahari yang intens dalam beberapa tahun terakhir.
Meskipun misi penyelamatan Swift gagal total, pihak Katalyst mengaku telah mempelajari banyak hal berharga dari rangkaian uji coba yang ambisius tersebut. Perusahaan teknologi antariksa ini mencatat pencapaian signifikan sepanjang pengembangan misi penyelamatan satelit komersial pertama di dunia.
Para pengamat astronomi global kini bersiap memantau detik-detik terakhir kejatuhan teleskop Swift ke atmosfer bumi yang diperkirakan terjadi pada kuartal keempat tahun 2026. Keberadaan teleskop ini selama dua dekade telah memberikan kontribusi besar bagi dunia ilmu pengetahuan dalam memahami fenomena ledakan kosmik.