Terapi digital kognitif kini memegang peranan penting seiring pergeseran paradigma penanganan penyakit Alzheimer yang mulai fokus pada pencegahan sejak tahap awal gangguan kognitif ringan.
Berdasarkan pengamatan Kabayan News, pendekatan medis saat ini tidak lagi sekadar meredakan gejala setelah penurunan kognitif parah terjadi, melainkan memperlambat perkembangan penyakit sedini mungkin.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeProfesor Kang Dong-woo dari Departemen Psikiatri Seoul St. Mary's Hospital menegaskan gangguan kognitif ringan seharusnya tidak dipandang sebagai masa menunggu pasien jatuh ke dalam demensia, melainkan kesempatan untuk intervensi aktif.
Mengutip laporan dari KBR, penggunaan terapi digital seperti aplikasi Cogthera memberikan opsi praktis bagi pasien lansia tanpa harus sering datang langsung ke fasilitas medis.
"Ketika pasien dilatih secara konsisten dan tingkat kesulitan program dapat disesuaikan dengan kemampuan individu, efektivitas terapi kognitif dapat terjaga dengan optimal," ujarnya.
Melalui pemanfaatan teknologi digital dan penguatan cadangan kognitif otak, tenaga medis dapat memantau tingkat kepatuhan pasien serta memberikan evaluasi berkala secara akurat.