Penuaan biologis yang lebih cepat pada paruh baya berdampak signifikan terhadap kesehatan jangka panjang, terutama memicu risiko penyakit kardiovaskular, kematian, hingga ancaman demensia khusus pada wanita. Sebagaimana dilaporkan dalam studi terbaru, pengamatan mendalam selama hampir tiga dekade memberikan sudut pandang baru mengenai perbedaan laju penuaan fisik antarjenis kelamin.
Berdasarkan analisis Kabayan News terhadap data Framingham Offspring Study, usia kronologis seseorang tidak selalu sejalan dengan kondisi fisiologis tubuhnya. Faktor gaya hidup, genetika, serta lingkungan membuat usia biologis setiap individu berbeda meskipun tahun kelahiran mereka sama.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeTim peneliti melibatkan ribuan partisipan dengan memantau berbagai biomarker klinis penting, mulai dari fungsi paru-paru, massa ventrikel kiri, kekuatan genggaman tangan, kecepatan berjalan, hingga kadar kolesterol. Pengukuran komprehensif tersebut digunakan untuk menghitung estimasi usia biologis secara akurat.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pria dengan penuaan biologis cepat menghadapi risiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular dan kematian. Sementara itu, wanita yang mengalami kondisi serupa menunjukkan pola kerentanan tambahan berupa peningkatan risiko terserang demensia.
Kendati demikian, para peneliti mencatat bahwa pemanfaatan indikator usia biologis ini masih memerlukan validasi klinis lebih lanjut guna melengkapi metode penilaian risiko medis konvensional yang sudah ada saat ini.