Terapi hutan terbukti efektif menurunkan tingkat stres, kecemasan, dan depresi berdasarkan temuan terbaru dari sebuah meta-analisis yang dipublikasikan dalam jurnal BMC Public Health. Mengutip laporan dari studi tersebut, paparan terstruktur terhadap lingkungan hijau memberikan dampak positif yang luar biasa bagi kesehatan mental manusia modern.
Berdasarkan analisis terhadap 25 studi terkontrol dengan total 1.876 partisipan, para peneliti menemukan korelasi kuat antara waktu yang dihabiskan di dalam hutan dan penurunan gejala gangguan psikologis. Sebagaimana dilaporkan, metode yang juga dikenal sebagai shinrin-yoku ini bekerja dengan cara merangsang sistem saraf untuk beralih dari kondisi siaga penuh menjadi lebih rileks.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenurut pengamatan Kabayan News, masyarakat perkotaan sering kali menghadapi kejenuhan akibat paparan teknologi, bising kendaraan, serta beban pekerjaan yang memicu sistem simpatik tubuh bekerja berlebihan. Melalui aktivitas sederhana seperti berjalan lambat di antara pepohonan, mendengarkan suara alam, serta menghirup udara segar, tubuh mendapatkan kesempatan memulihkan keseimbangan fisiologisnya.
Kendati demikian, para ahli menegaskan bahwa terapi ini bukan pengganti mutlak bagi pengobatan medis profesional, melainkan bentuk pencegahan serta perawatan pendukung yang sangat baik. Durasi paparan juga memegang peranan penting, di mana program rutin jangka panjang menunjukkan hasil pemulihan jauh lebih optimal dibandingkan kunjungan sesaat.
Dari analisis Kabayan News, kebiasaan meluangkan waktu di area hijau terdekat seperti taman kota atau cagar alam dapat menjadi solusi murah dan mudah diakses untuk menjaga kesehatan mental di tengah kesibukan harian.