Terapi sel CAR-T inovatif di Addenbrooke's Hospital berhasil memberikan harapan baru bagi pasien lupus yang menderita gejala parah selama bertahun-tahun. Berdasarkan laporan medis, prosedur mutakhir tersebut dirancang guna mereset sistem kekebalan tubuh pasien secara total dengan cara memodifikasi sel T di laboratorium.
Pasien bernama Laura yang didiagnosis menderita lupus sejak usia 14 tahun mengaku sangat bersyukur atas keberhasilan pengobatan eksperimental tersebut. Menurut pengamatan Kabayan News, kasus rumit yang dialami Laura menjadikannya salah satu penerima pertama terapi sel revolusioner di dunia.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Terapi CAR-T adalah harapan terakhir saya. Ini adalah pengobatan yang berat untuk dijalani dan saya sempat cukup sakit setelahnya, tetapi sekarang, setahun kemudian, saya katakan ini adalah keputusan terbaik yang pernah saya buat," ujar Laura dikutip dari sumber medis.
Prosedur medis tersebut bekerja dengan cara mengumpulkan sel T dari darah pasien lalu memodifikasinya agar mampu menargetkan sel B yang memicu aktivitas autoimun. Sebagaimana dijelaskan oleh Prof David Jayne selaku dokter spesialis lupus di Cambridge University Hospitals, pendekatan ini menawarkan solusi jangka panjang bagi penderita.
"Kasus Laura sangat menantang dan terbukti sangat resisten terhadap pengobatan standar. Uji klinis CAR-T adalah kesempatan mencoba sesuatu yang baru dan kami sangat senang melihat kondisi Laura yang membaik setelah perawatan," ucap Prof David Jayne.
Keberhasilan uji coba tahap pertama ini mendorong perluasan riset melalui fase kedua yang melibatkan lebih banyak pasien. Mengutip laporan dari National Institute for Health and Care Research, kolaborasi antara dunia klinis dan industri bioteknologi mempercepat akses pasien terhadap pengobatan modern.