AC Milan kini menghadapi penumpukan pemain di sektor tengah menyusul bertahannya Adrien Rabiot dan Luka Modric serta skema permainan baru yang diterapkan tim. Kondisi ini membuat Samuele Ricci berisiko menjadi pemain yang tersisih dari skuat utama Rossoneri. Sebagaimana dilaporkan oleh Calciomercato, pihak perwakilan sang pemain telah bergerak aktif menawarkannya ke klub lain dan sudah membuka pembicaraan awal dengan Juventus serta Atalanta.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Mantan pilar penting Torino tersebut sebenarnya baru bergabung dengan AC Milan pada musim panas lalu lewat kesepakatan bernilai 23 juta Euro dan masih terikat kontrak hingga 2029. Meski demikian, posisinya tidak lagi masuk dalam kategori tidak tersentuh, asalkan klub calon pembeli bersedia menutupi biaya investasi yang telah dikeluarkan Milan. Sepanjang musim 2025/2026, Ricci mencatatkan 31 penampilan dengan torehan satu gol dan empat assist, namun ia hanya dipercaya tampil sebagai starter dalam 11 laga di Serie A.
Menurut kabar yang beredar, Juventus sebenarnya telah mengincar nama Ricci sejak bursa transfer Januari lalu dan sempat menyodorkan skema pertukaran pemain yang melibatkan Federico Gatti. Sementara itu, pelatih baru Atalanta, Maurizio Sarri, dikenal sebagai pengagum lama bakat sang gelandang dan sempat beberapa kali berusaha memboyongnya saat masih menangani Lazio.
Berdasarkan analisis awak media, Juventus saat ini memang tengah memprioritaskan perekrutan pemain-pemain berpaspor Italia untuk memperkuat struktur skuat lokal mereka. Peluang Bianconeri untuk mengajukan penawaran resmi diperkirakan bakal terbuka lebar menjelang akhir jendela transfer, terutama setelah mereka berhasil melepas beberapa pemain yang tidak masuk dalam rencana tim.
Di sisi lain, dari pengamatan tim redaksi, Ricci merupakan gelandang serbaguna yang dinilai bakal tampil jauh lebih optimal dalam skema dua gelandang sejajar dibandingkan sistem formasi tengah yang lebih padat. Dengan ketidakjelasan peran utama di bawah racikan strategi anyar Milan, berlabuh ke klub seperti Juventus atau menjajal karier di luar negeri menjadi langkah yang sangat realistis bagi kelanjutan kariernya.