Sebuah video yang memperlihatkan aksi sekeluarga menggotong paksa tetangganya di kawasan Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, mendadak viral di media sosial. Polisi mengungkapkan aksi nekat tersebut dipicu oleh masalah sepele, yakni ketersinggungan akibat suara klakson.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →"Betul, ketersinggungan karena korban bunyikan klakson," ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, AKP Erlyn Sumantri, saat dikonfirmasi pada Kamis (16/7/2026).
Peristiwa menegangkan ini sebenarnya terjadi pada Selasa, 30 Desember 2025, di Jalan Petojo V Lima, Cideng, Gambir. Meski kejadiannya sudah berlalu beberapa bulan, kasus ini kembali mencuat setelah videonya menyebar luas di jagat maya.
Pihak kepolisian bersama pengurus wilayah setempat sebenarnya sempat memfasilitasi proses mediasi antara kedua belah pihak. Namun, upaya damai tersebut menemui jalan buntu karena tidak tercapai kesepakatan.
"Saat kejadian, Bhabinkamtibmas bersama dengan pengurus RW 06 Cideng sudah melakukan upaya mediasi kedua belah pihak, namun belum ada titik temu kesepakatan perdamaian," kata Kapolsek Gambir AKBP Agus Adi Wijaya secara terpisah.
Korban yang merasa dirugikan menolak menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Ia memilih membawa kasus penganiayaan dan intimidasi ini ke ranah hukum agar diproses secara adil.
Polsek Gambir kini telah menerima laporan resmi dari korban dan sedang menindaklanjuti kasus tersebut. Polisi memastikan proses hukum tetap berjalan untuk mengungkap secara terang benderang motif dan pelaku di balik aksi gotong paksa itu.
"Korban membuat LP di Polsek Gambir, sudah dilakukan upaya dan tahapan penyelidikan, dan saat ini masih dilaksanakan tahapan penyidikan lanjutan," jelas Agus menambahkan.
Dalam rekaman video yang beredar, tampak jelas korban digotong oleh tiga orang pria. Sementara itu, seorang wanita yang diduga kuat merupakan bagian dari keluarga pelaku ikut mengiringi proses pembuangan paksa korban hingga ke ujung gang yang berjarak sekitar 100 meter.
Korban yang mengenakan helm sempat berusaha memberontak dan mempertahankan diri, namun tenaganya kalah dibanding para pelaku. Korban bahkan sempat mendapat tendangan dari salah satu pelaku sebelum akhirnya diturunkan di ujung jalan yang saat itu sedang dalam kondisi sepi.