Polres Metro Jakarta Timur bergerak cepat mengusut tewasnya tiga orang pekerja pipa air di dalam gorong-gorong Jalan Mabes Hankam, Cipayung, Jakarta Timur. Tim gabungan dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) dan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri langsung menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi kejadian.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam olah TKP yang berlangsung pada Rabu (15/7/2026) siang tersebut, petugas mengamankan sejumlah sampel krusial dari dalam manhole atau lubang gorong-gorong. Sampel yang diambil oleh tim forensik meliputi sampel air, udara, hingga kandungan gas yang tersisa di lokasi.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP I Made Budi mengonfirmasi pengambilan sampel tersebut saat memberikan keterangan di Cakung. "Adapun pengecekan yang dilakukan adalah kita cek kualitas dari air, udara, dan gas ataupun oksigen yang ada," ujar Made pada Kamis (16/7/2026).
Seluruh sampel air dan udara ini akan dibawa ke laboratorium Puslabfor Polri untuk dilakukan uji klinis yang mendalam. Pengujian ini bertujuan untuk memastikan apakah terdapat kandungan zat kimia beracun atau gas berbahaya yang menjadi pemicu utama kematian mendadak ketiga korban.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa hasil uji laboratorium forensik ini nantinya akan disinkronisasikan dengan hasil autopsi medis. Langkah ini krusial bagi penyidik Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur untuk menentukan penyebab pasti kematian para korban secara ilmiah dan berkekuatan hukum.
"Untuk hasil autopsi belum kami dapatkan. Memang cek Labfor dari hasil tersebut memang akan kami gunakan sebagai dasar, sebagai dasar penyebab kematian dari ketiga korban tersebut," tambah Made menjelaskan perkembangan penyelidikan.
Hingga saat ini, pihak penyidik telah memeriksa sedikitnya delapan orang saksi guna dimintai keterangan secara mendalam. Mayoritas dari saksi yang diperiksa merupakan rekan kerja korban sesama pegawai dari CRCC, yakni pihak perusahaan yang ditunjuk oleh PAM Jaya untuk menggarap proyek pemasangan pipa air di kawasan tersebut.
Peristiwa memilukan ini sebelumnya terjadi pada Kamis (9/7/2026) siang silam. Tiga orang pekerja yang terdiri dari satu warga negara asing (WNA) dan dua warga negara Indonesia (WNI) ditemukan tidak bernyawa di dalam gorong-gorong. Berdasarkan pemeriksaan awal, para korban diduga kuat masuk ke dalam ruang bawah tanah tanpa mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) maupun perangkat keselamatan kerja yang memadai.