Twycross Zoo menghadapi tantangan finansial serius dalam menjalankan program konservasi satwa terancam punah akibat birokrasi ketat pasca-Brexit yang menyulitkan proses perpindahan hewan antarnegara. Berdasarkan laporan BBC, kebun binatang terletak di perbatasan Leicestershire dan Warwickshire ini mengalami penurunan drastis jumlah impor serta ekspor satwa secara signifikan.
Direktur Konservasi Twycross Zoo, Dr Rebecca Biddle mengungkapkan bahwa pembatasan aturan membuat biaya operasional membengkak secara drastis. "Ini pukulan besar karena harus menghabiskan anggaran lebih banyak untuk mentransfer hewan dibanding sebelumnya," ujarnya sebagaimana dikutip dari laporan BBC.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan analisis Kabayan News, perpindahan satwa kini membutuhkan perjanjian khusus yang melibatkan uji kesehatan rumit serta kuota karantina dari berbagai negara berbeda. Akibat kendala birokrasi tersebut, jumlah transfer hewan dari Inggris ke Eropa merosot tajam dari sekitar 1.400 ekor tiap tahun menjadi hanya 390 ekor pada tahun lalu.
Pihak pengelola mendesak pemerintah agar segera merampungkan negosiasi Perjanjian Sanitasi dan Fitosanitasi dengan Uni Eropa guna memangkas hambatan birokrasi. Departemen Lingkungan Hidup, Pangan, dan Urusan Pedesaan (Defra) menyatakan bahwa pemerintah saat ini terus melanjutkan upaya perundingan untuk mempermudah operasional pasar kebun binatang.