Perusahaan farmasi Moderna dan Merck mengumumkan bahwa vaksin kanker berbasis mRNA personalisasi buatan mereka yang dikombinasikan dengan imunoterapi Keytruda berhasil mencapai titik akhir primer dalam uji klinis tahap 3 yang penting bagi pasien melanoma berisiko tinggi. Uji klinis berskala besar tersebut melibatkan 1.137 pasien dengan melanoma kutaneus stadium IIB hingga IV yang telah menjalani operasi pengangkatan tumor.
Pasien dalam studi ini menerima kombinasi vaksin intismeran autogene bersama Keytruda atau hanya menerima Keytruda saja sebagai pembanding utama. Hasil uji coba menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan secara statistik dalam kelangsungan hidup tanpa kekambuhan serta kelangsungan hidup tanpa metastasis jauh dibandingkan dengan penggunaan Keytruda tunggal.
"Ini adalah studi fase 3 pertama yang menunjukkan bahwa intismeran, pengobatan dirancang berdasarkan sidik jari mutasi unik dari tumor pasien sendiri, diberikan bersama pembrolizumab dapat mengurangi risiko kekambuhan atau kematian pada pasien melanoma stadium IIB-IV yang telah direseksi secara lengkap dibanding KEYTRUDA saja," ujar profesor Georgina Long selaku peneliti utama studi dan direktur medis Melanoma Institute Australia melalui keterangan resmi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeTerapi inovatif intismeran dirancang dengan memanfaatkan sampel tumor dari setiap pasien guna mengidentifikasi tanda mutasi unik kanker, kemudian menghasilkan mRNA sintetis untuk melatih sistem kekebalan tubuh mengenali hingga 34 neoantigen spesifik. Langkah medis ini bekerja sinergis bersama Keytruda yang selama ini telah menjadi standar perawatan medis untuk pasien melanoma pascaoperasi.
Potensi Pengobatan Lanjutan dan Proyeksi Kasus Kanker
Keberhasilan uji klinis tahap 3 ini didukung oleh data tindak lanjut lima tahun dari uji coba fase 2b sebelumnya yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan ASCO 2026. Data tersebut mencatatkan penurunan risiko kekambuhan atau kematian sebesar 49% pada pasien yang menerima kombinasi terapi dibandingkan kelompok kontrol.
Pihak Moderna dan Merck berencana memaparkan data lengkap hasil uji klinis tersebut dalam konferensi medis internasional mendatang serta berdiskusi dengan badan pengawas obat dan makanan untuk proses pengajuan izin edar. Selain melanoma, kedua perusahaan saat ini tengah menguji efektivitas intismeran melalui sembilan uji klinis fase 2 dan fase 3 pada berbagai jenis kanker lain seperti kanker paru-paru sel non-kecil, kanker kandung kemih, dan karsinoma sel ginjal.
Penyakit melanoma sendiri menyumbang sebagian besar kasus kematian akibat kanker kulit meskipun jumlah kasusnya hanya mencakup sebagian kecil dari keseluruhan diagnosis kanker kulit secara umum. Estimasi di Amerika Serikat pada tahun 2026 memperkirakan terdapat 112.000 kasus baru serta lebih dari 8.500 kematian akibat penyakit ganas tersebut, dengan mayoritas kekambuhan terjadi tidak lama setelah pengobatan awal selesai dilakukan.
Menanggapi perkembangan positif hasil uji klinis tersebut, saham Moderna tercatat melonjak lebih dari 10% pada perdagangan pra-pasar hari Rabu, sementara saham Merck turut mengalami kenaikan sebesar lebih dari 1%.