Jaringan restoran cepat saji ternama Kentucky Fried Chicken secara resmi memangkas namanya menjadi singkatan KFC sejak tahun 1991. Keputusan rebranding yang telah berjalan hampir empat dekade ini sempat memicu berbagai rumor dan mitos perkotaan di tengah masyarakat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Banyak rumor beredar terkait alasan di balik perubahan nama tersebut. Salah satu mitos menyebutkan bahwa pemerintah bagian Kentucky mematenkan nama negaranya sehingga meminta biaya lisensi. Rumor aneh lainnya bahkan mengklaim bahwa KFC memelihara ayam rekayasa genetika sehingga tidak lagi boleh menggunakan kata "chicken". Mitos ini sempat memicu gugatan hukum atas pencemaran nama baik di China.
Faktor utama di balik keputusan tersebut adalah upaya untuk mengikis imej tidak sehat yang melekat pada kata "fried" atau gorengan. Pada era 1990-an, konsumen mulai lebih peduli dengan kesehatan, sementara tren penjualan ayam goreng utuh bersaing ketat dengan olahan unggas lainnya.
Mantan Presiden Kentucky Fried Chicken USA, Kyle T. Craig, pernah mengungkapkan dalam wawancara tahun 1991 bahwa pihaknya ingin membawa brand tersebut ke arah yang lebih modern. Menurutnya, kata "fried" tidak lagi mencerminkan citra kontemporer yang ingin diusung perusahaan.
Profesor sejarah dari University of the Pacific, Ken Albala, menjelaskan bahwa langkah KFC sejalan dengan tren korporasi besar saat itu yang fokus pada efisiensi logo. "Kentucky Fried Chicken menghabiskan banyak ruang pada papan reklame dan logo. Singkatan huruf membuat konsumen lebih cepat mengenali brand di tengah hiruk-pikuk perkotaan," ungkap Albala.
Kini, restoran yang digagas oleh Harland Sanders sejak tahun 1930 tersebut telah berkembang pesat. KFC tercatat memiliki lebih dari 30.000 restoran yang tersebar di 150 negara dan terus melakukan pembaruan desain tanpa meninggalkan sosok ikonik Colonel Sanders.