Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / Apollo Resmi Ambil Alih EasyJet,...
EKONOMI

Apollo Resmi Ambil Alih EasyJet, Nilai Kesepakatan Capai Rp118 Triliun

By Dewi Lestari • 2 min read • 6 Agustus 2026
Pesawat maskapai EasyJet terbang di udara sebagai ilustrasi akuisisi

Pesawat maskapai EasyJet terbang di udara sebagai ilustrasi akuisisi

Maskapai penerbangan berbiaya hemat EasyJet resmi sepakat berpindah kepemilikan setelah menerima pinangan senilai 5,7 miliar poundsterling atau setara dengan Rp118 triliun dari perusahaan investasi asal Amerika Serikat, Apollo. Kesepakatan strategis tersebut sekaligus mengakhiri spekulasi panjang terkait masa depan salah satu raksasa penerbangan bertarif rendah di Eropa.

Berdasarkan analisis awak media, keberhasilan Apollo mengamankan akuisisi terjadi usai rival utamanya yakni Castlelake resmi mundur dari proses penawaran setelah negosiasi panjang. Penawaran tunai senilai 7,15 poundsterling per saham akhirnya berhasil mengantongi restu penuh dari jajaran direksi maskapai.

Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa transaksi besar ini bakal membawa maskapai terdaftar di bursa London tersebut bertransformasi menjadi perusahaan privat sepenuhnya. Pendiri perusahaan, Sir Stelios Haji-Ioannou beserta keluarganya yang memegang sekitar 15 persen saham dilaporkan tetap mempertahankan investasi mereka di dalam bisnis maskapai.

Menurut laporan yang dihimpun, Chairman EasyJet Stephen Hester menilai tawaran dari pihak investor mampu merefleksikan nilai riil dari perusahaan dengan sangat tepat serta memberikan kepastian bagi para pemegang saham. Di sisi lain, Chief Executive Kenton Jarvis menyambut baik kemitraan baru ini mengingat rekam jejak panjang sang pembeli di sektor penerbangan global.

Topics
easyjet apollo penerbangan bisnis maskapai akuisisi
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.