Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / AS Ancam Sanksi Perusahaan AI China...
EKONOMI

AS Ancam Sanksi Perusahaan AI China yang Curi Model Buatan AS

By Bambang Prasetyo • 2 min read • 22 Juli 2026
Menteri Keuangan AS Scott Bessent memberi peringatan sanksi untuk perusahaan AI China

Menteri Keuangan AS Scott Bessent memberi peringatan sanksi untuk perusahaan AI China

Pemerintah Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump mengancam bakal menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan artificial intelligence (AI) asal China. Langkah tegas ini akan diambil jika terbukti ada praktik pencurian kekayaan intelektual atau penjiplakan model AI buatan pengembang AS.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan bahwa pemerintahannya mendukung pengembangan model open-source, tetapi sangat menolak keras adanya pencurian kekayaan intelektual (IP). "Jika kami melihat model dari luar negeri mencuri dari perusahaan-perusahaan hebat kami, kami memiliki kemampuan untuk mengenakan sanksi karena pencurian ini," kata Bessent.

Pernyataan tersebut merespons kekhawatiran raksasa AI AS seperti OpenAI, Anthropic, dan Google mengenai teknik distillation tanpa izin. Teknik ini digunakan oleh laboratorium luar negeri untuk melatih model baru memakai output dari model yang lebih canggih tanpa persetujuan resmi.

Kekhawatiran ini semakin menguat seiring populer di AS model open-source asal China seperti Kimi K3 buatan Moonshot. Model tersebut ditawarkan dengan harga jauh lebih murah dibandingkan layanan dari Anthropic atau OpenAI.

Bessent mengungkapkan bahwa pejabat AS telah menemukan "watermark" milik model AI buatan AS di dalam sistem model AI China. Ia menilai tren penjiplakan tersebut tidak dapat diterima dan menegaskan pihak berwenang akan meneliti temuan ini lebih lanjut dalam beberapa minggu mendatang.

Selain ancaman sanksi, Bessent yang dijadwalkan memimpin dialog tingkat tinggi antara AS dan China mengenai AI pada September mendatang juga membuka kemungkinan kewajiban transparansi. Perusahaan AS yang menggunakan model AI asal China mungkin akan diwajibkan untuk membuat pengungkapan publik.

Langkah ini memicu perdebatan sengit di Silicon Valley. Penasihat AI Gedung Putih David Sacks memperingatkan agar regulasi ketat tidak dimanfaatkan oleh raksasa AI tertutup untuk mematikan persaingan dari model open-source yang adil.

Topics
artificial intelligence china amerika serikat scott bessent openai anthropic sanksi ekonomi
Jurnalis Politik & Ekonomi Senior

Bambang telah menghabiskan dua dekade terakhir meliput dunia politik dan ekonomi Indonesia. Dari gedung DPR hingga Istana Negara, ia telah menyaksikan dan melaporkan peristiwa-peristiwa penting yang membentuk negeri ini. Tulisannya tajam, mendalam, dan selalu mengedepankan fakta serta analisis yang jernih bagi pembaca Kabayan News.