Bank Indonesia Provinsi Banten secara khusus meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta Pemerintah Kota Serang untuk tidak merasa cepat puas dan tetap waspada terhadap potensi ancaman fenomena El Nino.
Peringatan tersebut disampaikan oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Rawindra Ardiansah, dalam acara High Level Meeting triwulan II TPID Kota Serang yang berlangsung di kantor Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Banten.
Berdasarkan laporan media, meskipun angka inflasi Kota Serang secara tahunan pada Juli 2026 tercatat masih terkendali di kisaran 2,77 persen dan berada dalam sasaran nasional, faktor cuaca ekstrem tetap wajib diantisipasi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeRawindra menekankan bahwa proyeksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menunjukkan adanya potensi musim kering yang lebih panjang akibat El Nino, yang secara langsung berkaitan erat dengan ketersediaan pasokan pangan di pasaran.
"Tidak boleh lengah karena kalau melihat proyeksi BMKG, ada El Nino yang sangat terkait dengan pasokan pangan. Informasinya musim kering bisa lebih panjang. Ini yang harus kita waspadai dan antisipasi," ujar Rawindra sebagaimana dikutip dari Bantenraya.com.
Meski demikian, pihak Bank Indonesia turut memberikan apresiasi tinggi kepada TPID Kota Serang atas konsistensi mereka dalam menggelar forum koordinasi guna memperkuat ekosistem pangan daerah serta menjaga stabilitas harga.
Sebagai langkah nyata pencegahan, Pemkot Serang sebelumnya telah aktif menggalakkan program Gerakan Pangan Murah yang tercatat sudah diselenggarakan sebanyak 87 kali guna meredam gejolak harga di tengah masyarakat.
Sebagaimana diwartakan, kolaborasi erat antara Bank Indonesia dan pemerintah daerah akan terus diperkuat ke depannya demi memastikan keterjangkauan harga dan ketersediaan stok pangan tetap aman.
Dengan modal capaian inflasi yang positif saat ini, Kota Serang diharapkan mampu merespons cepat setiap potensi tekanan pasokan pangan agar stabilitas ekonomi daerah tidak terganggu oleh dampak berkepanjangan dari fenomena El Nino.