Pemerintah Negara Bagian California berencana melakukan audit ketat terhadap para miliarder yang memilih pindah demi menghindari usulan pajak kekayaan. Tokoh-tokoh besar seperti pendiri Google Sergey Brin, investor David Sacks, hingga pendiri Uber Travis Kalanick menjadi target utama audit untuk memastikan apakah mereka benar-benar telah memutus hubungan tempat tinggal di California.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Langkah ini dapat merugikan para taipan hingga miliaran dolar AS jika gagal membuktikan bahwa mereka bukan lagi warga negara bagian tersebut. Ketiga miliarder itu diketahui telah pindah dari California sejak tahun lalu, tepat saat rancangan pajak kekayaan sebesar 5 persen untuk warga beraset di atas 1 miliar dolar AS mulai dibahas.
Lembaga perpajakan setempat, California Franchise Tax Board, akan memeriksa secara terperinci sejauh mana para miliarder melepas keterikatannya. Proses pemeriksaan mencakup pendaftaran sekolah anak, lokasi pendaftaran kendaraan pribadi, hingga lokasi dokter, dokter hewan, maupun akun bank yang mereka gunakan.
Penasihat keuangan Aligned Wealth, Pat Dwyer, menilai perselisihan hukum ini akan berlangsung sengit di pengadilan. "Penentuan tempat tinggal itu rumit dan California sangat tegas dalam melihat lebih dari sekadar durasi waktu yang dihabiskan di sana. Ini seperti permainan catur, pengacara Anda melawan pengacara mereka," kata Dwyer.
Usulan pajak kekayaan ini akan berlaku surut bagi siapa saja yang bertempat tinggal di California per 1 Januari 2026 jika disetujui pemilih dalam referendum mendatang. Sebagian besar dana yang terkumpul rencananya bakal dialokasikan untuk membiayai sektor layanan kesehatan dan pendidikan.