Brussels Airlines membekukan ekspansi armada jarak jauh demi memulihkan stabilitas keuangan setelah menghadapi tantangan profitabilitas yang cukup berat sepanjang paruh pertama tahun ini.
Mengutip laporan Aviation Source News, maskapai penerbangan nasional Belgia tersebut memutuskan tidak jadi menambah dua unit pesawat Airbus A330 pada tahun 2027 mendatang sehingga jumlah armada jarak jauhnya tertahan tetap pada angka sebelas unit.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa langkah defensif ini diambil usai maskapai di bawah naungan Lufthansa Group tersebut membukukan kerugian operasional yang disesuaikan sebesar 70 juta euro pada paruh pertama 2026.
Tekanan finansial tersebut diperparah oleh lonjakan biaya bahan bakar senilai 64 juta euro akibat ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah serta gangguan operasional dari rentetan aksi mogok kerja di Belgia.
Selain membatalkan penambahan armada, maskapai juga memutuskan menghentikan penggunaan pesawat sewaan atau wet-lease dari airBaltic untuk musim panas tahun depan guna memangkas biaya operasional musiman.
Meskipun ekspansi armada ditangguhkan, manajemen tetap melanjutkan program peningkatan kenyamanan penumpang melalui renovasi kabin baru untuk kelas bisnis dan ekonomi pada armada Airbus A330 yang dijadwalkan rilis tahun 2027.