Gelaran Gema Syiar Sekaten 2026 di Kota Solo sukses mencatatkan pencapaian ekonomi yang gemilang bagi para pelaku usaha lokal. Mengutip laporan media, event yang mengusung tema syiar ekonomi syariah dan pesantren tersebut tidak sekadar menjadi ruang pameran, melainkan katalisator pertumbuhan bisnis.
Sebagaimana diwartakan oleh berbagai sumber, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo mencatat transaksi langsung selama tiga hari penyelenggaraan di Solo Square Mall menyentuh angka Rp520 juta. Apabila digabungkan dengan rangkaian kegiatan road to Sekaten 2026, total omzet kumulatif UMKM bahkan menembus angka Rp10,3 miliar.
Kepala KPw BI Solo, Dwiyanto Cahyo Sumirat, mengungkapkan bahwa angka tersebut mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap produk halal sekaligus membuktikan daya saing UMKM lokal. "Alhamdulillah, total omzet transaksi langsung selama tiga hari pameran mencapai Rp520 juta, sementara omzet keseluruhan mencapai Rp10,3 miliar," ujar Dwiyanto.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan laporan ekonomi daerah, perhelatan yang berlangsung pada akhir Agustus 2026 ini juga memfasilitasi business matching antara puluhan UMKM syariah dengan lembaga pembiayaan. Pertemuan strategis tersebut berhasil merealisasikan komitmen pembiayaan hingga mencapai Rp1,3 miliar.
Selain transaksi komersial, BI Solo memperkuat rantai pasok halal melalui program sertifikasi halal gratis bagi puluhan UMKM kuliner anggota APMISO se-Soloraya. Penguatan kapasitas ini juga merambah sektor hulu melalui pelatihan juru sembelih halal serta dukungan terhadap rumah pemotongan unggas.
Aspek literasi keuangan turut mendongkrak kemeriahan acara lewat program penukaran uang logam yang digagas bank sentral. Masyarakat tampak antusias membawa koin celengan mereka, dengan total uang logam yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp15 juta dari puluhan ribu keping.
Animo penukaran koin yang begitu tinggi membuat pihak penyelenggara harus menambah kuota apresiasi berupa minyak goreng gratis bagi warga yang menukarkan kepingan uang logam. Uang logam yang terkumpul selanjutnya disortir untuk dikembalikan kelayakannya ke peredaran perbankan.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, turut memberikan pandangannya terkait arah pengembangan ekonomi daerah yang selaras dengan sektor pariwisata. Pemerintah Kota Solo kini tengah mempersiapkan Kampung Wisata Batik Kauman untuk bertransformasi menjadi salah satu destinasi wisata halal unggulan.
Upaya memperkuat ekosistem kota wisata ini juga didorong melalui peningkatan kualitas kemasan produk lokal agar mampu menyasar pasar yang lebih luas. Berbagai strategi kolaboratif tersebut diyakini mampu membawa UMKM Soloraya naik kelas dan menjadi bagian penting dari rantai pasok nasional.