Berdasarkan laporan media Tiempo Argentino, krisis ekonomi yang melanda membuat kondisi keuangan masyarakat semakin tertekan. Sebanyak 92 persen keluarga dilaporkan memiliki utang, di mana separuh dari total kewajiban tersebut berada di luar sistem keuangan formal.
Mengutip laporan dari Instituto de Estadísticas y Tendencias Sociales y Económicas, struktur utang rumah tangga terbagi hampir merata. Sebanyak 50,7 persen utang berasal dari sistem resmi seperti kartu kredit dan perbankan, sementara 49,3 persen sisanya merupakan kewajiban informal seperti utang toko kelontong, sewa rumah, hingga pinjaman kerabat.
Situasi ini semakin mengkhawatirkan karena mayoritas utang berada dalam status bermasalah. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 88,9 persen dari total utang tercatat mengalami gagal bayar, dengan porsi utang yang berujung pada jalur hukum kian meningkat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeTekanan finansial tersebut juga memaksa masyarakat menggunakan kartu kredit demi memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Penggunaan fasilitas cicilan untuk membeli makanan melonjak tajam, menunjukkan fungsi kredit telah bergeser menjadi penopang hidup darurat.
Sebagaimana diwartakan, hampir separuh keluarga kini pesimistis dapat melunasi seluruh kewajiban mereka secara penuh. Kondisi ini menuntut adanya perhatian serius terhadap kebijakan makroekonomi guna mengatasi beban finansial masyarakat secara menyeluruh.