Indeks FTSE 100 ditutup lebih rendah di London pada Kamis, meskipun pertumbuhan ekonomi menunjukkan ketahanan, terbebani saham pertambangan yang melemah serta sejumlah emiten berbobot besar yang diperdagangkan ex-dividend. Berdasarkan laporan pasar, Indeks FTSE 100 terkoreksi 60,48 poin atau 0,6 persen ke level 10.772,67.
Saham sektor pertambangan menjadi pencetak penurunan paling menonjol pada perdagangan hari itu. Antofagasta memimpin pelemahan dengan merosot 6,8 persen menyusul rilis kinerja paruh pertama, diikuti Rio Tinto yang turun 4,8 persen dan Fresnillo terpangkas 4,7 persen akibat mulai diperdagangkan ex-dividend.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan analisis Kabayan News, penurunan sektor pertambangan juga diperparah oleh pelemahan harga komoditas emas dunia yang menyentuh level 4.369,95 dolar AS per ons. Kinerja Antofagasta sendiri mendapat hantaman ganda setelah perusahaan terpaksa memangkas target produksi tembaga tahunan menyusul cuaca buruk di Chili yang menghentikan operasional tambang Los Pelambres.
Di sisi lain, rilis data ekonomi Inggris dari Office for National Statistics memperlihatkan produk domestik bruto melambat 0,4 persen secara kuartal ke kuartal pada periode tiga bulan hingga 30 Juni. Meskipun melambat dari kuartal sebelumnya, angka tersebut masih berada di atas ekspektasi Bank of England.
Kepala Ekonom Deutsche Bank UK, Sanjay Raja menyatakan bahwa perekonomian Inggris tidak menunjukkan tanda-tanda melambat sepanjang musim semi dan berada di jalur yang kuat. "Untuk kuartal kedua berturut-turut, Inggris tampaknya akan menempati posisi teratas di tabel liga G7," ujarnya mengomentari capaian pertumbuhan tahunan paruh pertama yang mencapai dua persen.