Kasus dugaan korupsi besar yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah kini ikut menyeret sosok Don Ritto. Berdasarkan pantauan redaksi, Don Ritto resmi dilimpahkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung) dengan tangan terborgol dan mengenakan baju tahanan berwarna oranye. Penahanan ini dilakukan menyusul status tersangka yang disandangnya sejak Jumat, 10 Juli 2026 lalu.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dari hasil observasi tim redaksi, di balik statusnya sebagai tersangka dalam tiga klaster kasus korupsi besar yakni suap batu bara, ASABRI, hingga Krakatau Steel, Don Ritto ternyata memiliki rekam jejak pekerjaan yang panjang di dunia hukum. Tidak hanya itu, ia juga diketahui memiliki gurita bisnis bernilai miliaran rupiah di kawasan elit Jakarta Selatan yang kini telah disita oleh pihak kepolisian.
Menurut informasi yang dihimpun, pekerjaan utama Don Ritto adalah sebagai seorang pengacara atau advokat sekaligus konsultan hukum. Keahliannya di bidang hukum ini didapatkan dari latar belakang akademisnya sebagai alumnus Fakultas Hukum Universitas Jambi (Unja) angkatan 1989. Ia kemudian mendirikan kantor hukum sendiri bernama Don Ritto & Associates di Kota Jambi pada tahun 1998 yang sempat dikabarkan pindah ke Bandung, sebelum akhirnya ia lebih banyak menghabiskan aktivitas profesionalnya di Jakarta.
Sebagai advokat di Ibu Kota, Don Ritto berpengalaman memegang sejumlah kasus besar di lingkungan pemerintahan. Salah satu jejak pekerjaannya yang mencuat ke publik yakni pada tahun 2008, di mana ia bertindak sebagai pengacara terdakwa Taswin Zein dalam kasus korupsi pengadaan peralatan Balai Latihan Kerja (BLK) di Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) tahun anggaran 2004. Saat ini, ia juga tercatat tengah menempuh program Doktor Ilmu Hukum di Universitas Pasundan sejak Februari 2024.
Relasi hukum dan organisasi Don Ritto terbilang sangat kuat, salah satunya karena ia aktif menjabat sebagai Bendahara Ikatan Alumni FH Unja periode 2022-2026. Melalui organisasi inilah, ia terhubung dekat dengan tersangka eks Jampidsus Febrie Adriansyah yang menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat Ikatan Alumni Unja. Keduanya merupakan sesama alumnus FH Unja, di mana Febrie merupakan senior tiga tahun di atas Don Ritto.