Rencana devolusi Andy Burnham di Inggris diprediksi bakal membawa perubahan signifikan dalam tata kelola pemerintahan daerah serta sistem keuangan nasional. Menurut pengamatan Kabayan News, kebijakan ini dirancang untuk melepaskan ketergantungan daerah dari kendali ketat Whitehall yang selama ini mengatur hampir seluruh aspek kehidupan lokal.
Berdasarkan laporan MoneyWeek, sebagian besar populasi Inggris masih diatur secara terpusat oleh Westminster, sementara pajak lokal menyumbang kurang dari dua persen dari produk domestik bruto. Ketimpangan ini memicu perdebatan panjang di berbagai kalangan politik mengenai pentingnya desentralisasi kekuasaan guna merangsang pertumbuhan ekonomi regional yang lebih efektif.
Pemerintahan di bawah kepemimpinan Keir Starmer telah memulai langkah awal melalui Undang-Undang Pemberdayaan Komunitas dan Devolusi Inggris. Undang-undang tersebut menetapkan kerangka kerja untuk mengalihkan wewenang dari pusat dengan memperluas kekuasaan wali kota terpilih serta memperkuat pengawasan keuangan daerah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePerubahan besar dijadwalkan mulai berlaku pada 2028 ketika para pemimpin regional menerima sebagian dari penerimaan pajak penghasilan daerah sebagai pengganti subsidi pusat. Dari analisis Kabayan News, langkah berani ini bertujuan memberikan insentif langsung bagi daerah agar mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas serta memetik hasil dari pertumbuhan ekonomi mereka sendiri.
Kendati demikian, sejumlah tantangan besar masih mengadang implementasi kebijakan ini, mulai dari beban anggaran sosial councils hingga risiko intervensi politik pusat. Sebagaimana diulas para pengamat, kesuksesan devolusi sangat bergantung pada keseimbangan antara otonomi daerah dan akuntabilitas nasional di masa mendatang.