Carlsberg Brewery Malaysia Berhad mencatatkan kenaikan laba bersih tipis sebesar 1,2 persen menjadi RM82,92 juta pada kuartal kedua yang berakhir 30 Juni 2026, naik dari RM81,93 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan di Bursa Malaysia, pendapatan perusahaan pada periode ini mengalami pertumbuhan 5 persen menjadi RM514,89 juta dari sebelumnya RM490,17 juta, sementara laba per saham turut terkerek naik menjadi 27,12 sen.
Kinerja positif tersebut utamanya ditopang oleh pasar domestik Malaysia yang mencatatkan lonjakan pendapatan sebesar 8,7 persen menjadi RM401,5 juta dengan laba operasional melesat 11,8 persen menjadi RM90,2 juta.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKendati demikian, kinerja keuangan secara keseluruhan sedikit tertahan oleh penurunan performa di pasar Singapura akibat pelemahan ekspor serta dampak fluktuasi nilai tukar mata uang regional.
Tantangan Pasar dan Prospek Dividen Carlsberg Malaysia
Menghadapi sisa tahun berjalan, manajemen mencatat sentimen konsumen masih cukup berhati-hati di tengah tekanan biaya hidup serta dampak kenaikan cukai yang mulai terasa pada pola pengeluaran diskresioner.
"Kami tetap terdorong oleh hasil paruh pertama yang didukung oleh penjualan yang lebih kuat," ujar Managing Director Carlsberg Malaysia Stefano Clini menanggapi pencapaian kinerja keuangan perusahaan.
Sebagai bentuk apresiasi kepada para pemegang saham, kelompok usaha ini mengumumkan pembagian dividen interim kedua sebesar 21 sen per saham, sehingga total akumulasi dividen tahun ini mencapai 45 sen per saham.
Ke depan, perusahaan memperkirakan iklim bisnis tetap menantang seiring dinamika biaya energi serta ketidakpastian makroekonomi global yang berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat.