General Motors mencatatkan performa saham yang melesat hingga 77 persen melewati Ford setelah dewan direksi menyetujui program buyback saham senilai USD 6 miliar pada 11 Juni 2024. Aksi korporasi tersebut berlanjut dengan kenaikan dividen sebesar 25 persen serta tambahan buyback USD 6 miliar pada Februari 2025 dan Januari 2026.
Rangkaian aksi korporasi tersebut berhasil memangkas jumlah saham beredar General Motors hingga 893 juta lembar atau 35 persen lebih rendah dibandingkan kuartal II 2023. Di sisi lain, Ford memilih fokus mempertahankan imbal hasil dividen sebesar 4,18 persen serta program pembelian kembali saham dalam skala yang lebih kecil.
Berdasarkan data pasar, General Motors mencatatkan lonjakan 50,23 persen dalam periode trailing 1 year, sementara Ford membukukan kenaikan 30,66 persen. Meskipun demikian, dinamika pasar berubah pada tahun berjalan di mana Ford mampu mengungguli rival utamanya tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKinerja keuangan General Motors pada kuartal II menunjukkan laba per saham atau EPS disesuaikan mencapai USD 3.57, melampaui ekspektasi pasar di angka USD 3.18. Manajemen juga menaikkan panduan kisaran EBIT disesuaikan setahun penuh ke angka USD 14,0 miliar hingga USD 16,0 miliar.
Perbandingan Kinerja Saham dan Prospek Wall Street
Secara year to date, Ford mencatatkan kenaikan saham sebesar 12,85 persen yang sejalan dengan indeks SPY di angka 12,54 persen. Sementara itu, General Motors tertinggal di level 3,41 persen meskipun sempat mendominasi pada periode sebelumnya.
Pertumbuhan laba kuartal tahun-ke-tahun Ford melonjak tajam sebesar 430,8 persen seiring menyusutnya kerugian pada lini kendaraan listrik Model E serta peningkatan pelanggan berbayar Ford Pro mencapai 1,6 juta. CEO Jim Farley menyebut perusahaannya kini bertransformasi menjadi entitas yang jauh lebih disiplin dan menguntungkan.
Dari sisi valuasi Wall Street, konsensus target harga analis untuk General Motors berada di level USD 100.04 dengan rasio P/E forward di kisaran 6 kali. Kepemilikan institusional General Motors tercatat tinggi mencapai 90,5 persen, sedangkan Ford berada di angka 68,0 persen dengan P/E forward 8 kali.
Para analis menilai General Motors tetap menjadi pilihan menarik bagi investor yang mengincar konversi kas yang stabil melalui mesin buyback terbesar di Detroit. Sebaliknya, Ford menawarkan volatilitas tinggi dengan potensi leverage operasional dari basis biaya yang lebih ramping.