Kurs EUR/USD bergerak stabil di kisaran 1,1552 pada perdagangan Senin, tidak banyak berubah menyusul rilis laporan tenaga kerja Amerika Serikat yang melemah pada akhir pekan lalu. Pasangan mata uang tersebut menunjukkan tren penguatan dari level 1,1370 pada akhir Juli dan kini bersiap menguji batas atas kisaran perdagangan terbarunya.
Bank investasi internasional ING memproyeksikan rilis data indeks harga konsumen atau CPI Amerika Serikat pada hari Rabu akan menjadi katalis penting berikutnya bagi pergerakan pasar valuta asing. Berdasarkan catatan bank tersebut, laporan tenaga kerja sebelumnya telah memberikan sinyal dovish yang kuat dan menekan posisi dolar di pasar global.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeAnalis valas dari ING memperkirakan inflasi utama bulanan Juli Amerika Serikat hanya akan tumbuh sebesar 0,1 persen atau berada di bawah konsensus pasar sebesar 0,2 persen. Sementara itu, tingkat inflasi inti diproyeksikan berada pada angka 0,2 persen seiring meredanya tekanan harga di perekonomian domestik.
Apabila realisasi data inflasi sesuai dengan prediksi tersebut, ING melihat ruang yang sangat terbuka bagi dolar untuk kembali mengalami pelemahan lanjutan. Proyeksi kebijakan moneter Federal Reserve yang cenderung dovish semakin memperkuat pandangan bearish terhadap mata uang Paman Sam dalam jangka pendek.
Meskipun kalender ekonomi Zona Euro relatif sepi sentimen, pergerakan nilai tukar Euro saat ini sangat didorong oleh dinamika fundamental dari sisi Amerika Serikat. Pengamat pasar menilai data inflasi yang lebih lemah dari perkiraan akan memperbesar peluang EUR/USD menembus level psikologis 1,1600 pada pekan ini.
Kendati demikian, apabila data inflasi ternyata dirilis lebih tinggi dari ekspektasi, upaya penembusan level resisten tersebut berpotensi tertunda. Namun secara keseluruhan, momentum penguatan Euro tetap didukung oleh pergeseran ekspektasi suku bunga global serta selisih imbal hasil jangka pendek.