Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong perguruan tinggi, mahasiswa, serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk mengambil peran strategis dalam memperkuat pasar domestik sekaligus memperluas jangkauan ekspor ke kancah internasional.
Dorongan tersebut disampaikan secara langsung oleh Budi Santoso saat memberikan kuliah umum di Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo, Rabu (20/8/2026). Ia memaparkan tiga fokus utama kebijakan perdagangan nasional, yakni pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, serta program "Dari Lokal untuk Global".
"Bagaimana kemudian pasar yang besar ini diisi oleh produk-produk dalam negeri? Salah satunya bagaimana kita memberdayakan UMKM dan produk-produk lokal," ujar Budi Santoso di hadapan ratusan civitas akademika.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenurutnya, produk lokal wajib memiliki kualitas serta daya saing tinggi agar mampu menembus pasar modern hingga internasional. Pemerintah berkomitmen terus mendampingi pelaku usaha melalui sinergi bersama perguruan tinggi dalam hal peningkatan kualitas, pengemasan, hingga pemenuhan standar ekspor.
Selain memberdayakan pelaku usaha kecil, Kementerian Perdagangan juga menggalakkan program "Kampus Ekspor". Melalui program ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya berorientasi mencari kerja setelah lulus, melainkan mulai belajar menjadi pengusaha dan menciptakan lapangan pekerjaan.
Sementara itu, Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum., menyambut positif kehadiran Menteri Perdagangan dan menilai kunjungan ini sebagai momentum emas untuk menjembatani dunia akademik dengan kebijakan perdagangan nasional.
"Kami berharap perguruan tinggi yang kami selenggarakan ini tidak hanya menjadi tempat mencetak para calon pencari kerja, tetapi menjadi tempat lahirnya pencipta lapangan kerja, inovator, entrepreneur dan syukur-syukur menjadi eksportir muda," pungkas Farida.