Sebagaimana diwartakan, Kementerian Perdagangan secara resmi menggelar sosialisasi akbar ajang Trade Expo Indonesia atau TEI di Hotel Alila Solo, Jawa Tengah. Acara strategis ini dihadiri langsung oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama jajaran pejabat tinggi kementerian untuk merangkul ratusan pelaku usaha lokal dari berbagai daerah.
Mengutip laporan media, pemilihan Kota Solo sebagai lokasi pra-acara didasarkan pada kelengkapan ekosistem industri kreatif serta aksesibilitas logistik yang mumpuni. Kawasan ini dinilai strategis karena dikelilingi oleh basis produksi mebel dan kerajinan tangan ternama dari Yogyakarta, Klaten, Jepara, hingga sebagian wilayah Jawa Timur yang terhubung dengan jaringan jalan tol.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia atau Himki, Abdul Sobur, menyambut baik langkah sinergi ini demi mendongkrak daya saing produk nasional di kancah internasional. Pihak asosiasi bahkan telah menandatangani nota kesepahaman bersama PT Debindomulti Adhiswasti selaku penyelenggara utama pameran dagang berstandar global tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan laporan penyelenggara, Trade Expo Indonesia 2026 dijadwalkan bakal berlangsung di Indonesia Convention Exhibition atau ICE BSD City, Tangerang, pada pertengahan Oktober mendatang. Pameran internasional ini menargetkan lonjakan transaksi signifikan melalui program unggulan seperti temu bisnis atau business matching secara daring sebelum acara puncak dimulai.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan pihaknya berkomitmen mendatangkan pembeli khusus dari mancanegara untuk produk furnitur unggulan nusantara. "Harapan kami adalah furnitur ini terus meningkat ekspornya. Nah, nanti di TEI ini tentu ada beberapa jenis buyer ya. Jadi ada buyer yang khusus furnitur yang kami datangkan," ujar Budi sebagaimana dikutip dari laporan.
Melalui strategi promosi lintas negara dan fasilitas konsultasi bisnis yang komprehensif, pemerintah optimistis perhelatan tahun ini mampu melampaui pencapaian fantastis tahun sebelumnya. Ajang ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat penyediaan kebutuhan global yang berkelanjutan dan terarah bagi para pelaku usaha kecil menengah.