Perusahaan perlengkapan bayi asal Inggris, Mothercare, memperingatkan adanya ketidakpastian material terkait masa depan operasional bisnis jika kondisi pasar semakin memburuk. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, penurunan performa finansial ini langsung memicu kejatuhan harga saham perusahaan di bursa efek.
Nilai saham Mothercare merosot tajam sebesar 17 persen ke level 0.75p pada perdagangan hari Jumat setelah manajemen merilis laporan keuangan tahunan. Laporan tersebut mengungkap anjloknya pendapatan secara drastis akibat gejolak geopolitik di wilayah Timur Tengah serta hilangnya kontrak eksklusif di pasar domestik.
Total pendapatan perusahaan yang tercatat di Bursa Efek London ini ambles 42 persen menjadi 22.4 juta poundsterling untuk tahun fiskal yang berakhir pada 28 Maret. Penurunan drastis tersebut bersumber dari merosotnya penjualan mitra waralaba internasional di tengah situasi konflik regional.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeTekanan finansial semakin berat setelah berakhirnya kerja sama distribusi eksklusif dengan peritel Boots pada akhir tahun 2025. Dari analisis Kabayan News, hilangnya kemitraan strategis ini memberikan pukulan telak bagi lini pasokan produk ritel Mothercare di Inggris.
Akibat hantaman bertubi-tubi tersebut, perusahaan membukukan kerugian sebelum pajak sebesar 4.3 juta poundsterling, berbalik dari posisi laba 11.9 juta poundsterling pada tahun sebelumnya. Posisi utang bersih perusahaan juga membengkak dari 4.5 juta poundsterling menjadi 6.4 juta poundsterling.
Meskipun manajemen mengklaim masih memiliki kecukupan kas untuk beroperasi dalam 12 bulan ke depan, auditor independen memperingatkan potensi risiko kegagalan bisnis. Tanpa tambahan pendanaan segar dan efisiensi biaya yang masif, kelangsungan usaha perusahaan perlengkapan bayi legendaris ini berada di ujung tanduk.