Harga minyak mentah dunia melonjak signifikan pada perdagangan hari ini didorong ketidakpastian pasokan dari Timur Tengah setelah serangan terhadap tanker minyak Saudi serta rencana pembukaan Selat Hormuz. Berdasarkan laporan pasar energi, kontrak berjangka WTI crude oil untuk bulan September mencatat kenaikan sebesar +1.83 atau +2.43%, sementara bensin RBOB September turut menguat +0.0777 atau +2.74%.
Kenaikan harga minyak mentah terjadi akibat kekhawatiran gangguan suplai global menyusul laporan pemberontak Houthi di Yaman menargetkan sebuah tanker minyak Saudi dengan rudal balistik di Teluk Aden. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, eskalasi konflik di jalur maritim strategis ini langsung memicu reaksi cepat pasar komoditas global.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDi sisi lain, pasar juga menanti kejelasan terkait wacana kesepakatan Iran dan Oman untuk membuka kembali sebagian Selat Hormuz. Menurut laporan resmi, rencana pembukaan jalur tersebut bersifat parsial selama dua hingga empat bulan, dengan syarat Amerika Serikat melonggarkan blokade terhadap pelabuhan Iran.
Selain faktor Timur Tengah, tekanan pasokan turut dipengaruhi intensitas serangan drone Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia. Analisis awak media menunjukkan bahwa penurunan kapasitas kilang Rusia akibat serangan tersebut memaksa Moskow mengubah strategi ekspor minyak mentahnya di tengah pengetatan pasokan global.
Sementara itu, keputusan OPEC+ menambah produksi harian sebesar +188,000 barel per hari untuk bulan September memberikan sentimen penahan laju kenaikan harga yang lebih ekstrem. Berdasarkan data persediaan energi AS, stok minyak mentah dan bensin domestik tercatat berada di bawah rata-rata musiman lima tahun terakhir.