Pasar saham Amerika Serikat dan Eropa kompak ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan ini seiring kenaikan harga minyak dunia yang dipicu ketegangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, para pelaku pasar memantau ketat perkembangan geopolitik menyusul ancaman Washington memperketat tekanan ekonomi serta rencana perluasan blokade maritim.
Lonjakan harga minyak mentah Brent tercatat mencapai 87,68 dolar Amerika Serikat per barel atau naik 0,7 persen, sementara minyak mentah AS turut terkerek 0,3 persen ke level 81,49 dolar Amerika Serikat per barel. Sebagaimana dilaporkan dalam bursa global, sentimen geopolitik Timur Tengah langsung mendikte arah pergerakan aset berisiko di berbagai bursa utama dunia.
Bursa saham Eropa terpantau tertekan dengan indeks Stoxx 600 melemah 0,2 persen di tengah pelemahan sektor kesehatan dan kebugaran. Dari analisis Kabayan News, tekanan jual juga melanda bursa saham Wall Street setelah sektor teknologi mengalami koreksi usai mencatatkan rekor tertinggi pada sesi sebelumnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeIndeks S&P 500 information technology tercatat turun 0,5 persen akibat kejatuhan sejumlah saham produsen cip seperti Broadcom dan Applied Materials. Meskipun demikian, sektor energi di bursa Wall Street justru mendulang kenaikan signifikan seiring tren penguatan harga minyak mentah global sepanjang hari perdagangan.
Para analis memperkirakan volatilitas pasar keuangan global masih akan tinggi dalam waktu dekat seiring ketidakpastian geopolitik dan dinamika pasokan energi internasional. Investor kini bersiap menghadapi berbagai risiko lanjutan yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter bank sentral dunia.