Pedagang pernak-pernik 17 Agustus di kawasan Tanah Abang, Jakarta, mengeluhkan penurunan omzet drastis akibat maraknya persaingan dari platform belanja digital.
Berdasarkan pengamatan Kabayan News, antusiasme warga membeli atribut kemerdekaan secara langsung mengalami kemerosotan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeArif, pengelola Toko Agen Aksesori Kemerdekaan Nurmala, mengungkapkan laba usahanya merosot hingga 50 persen karena pembeli beralih ke ranah digital.
"Biasanya modal udah balik tanggal-tanggal segini," ujar Arif saat ditemui awak media.
Menurut analisis Kabayan News, para pedagang konvensional kesulitan bersaing akibat praktik banting harga yang masif dilakukan oleh para penjual di internet.
"Sekarang kalau orang datang, nanya ke sini, bilangnya murah di online," tambah Arif sambil pasrah menghadapi situasi ekonomi saat ini.
Keluhan senada disampaikan Riska, pemilik Toko Hastopa, yang mencatatkan penurunan penjualan khusus bendera Merah Putih mencapai 75 persen.
Sebagaimana dilaporkan para pedagang, stok barang yang disiapkan tahun ini jauh lebih sedikit dibanding tahun lalu demi mengantisipasi pelemahan daya beli masyarakat.