Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / Pajak BBM Tembus 20 Persen, Warga...
EKONOMI

Pajak BBM Tembus 20 Persen, Warga Pakistan Tanggung Beban Berat

By Bambang Prasetyo • 2 min read • 8 Agustus 2026
Ilustrasi pengisian bahan bakar minyak di SPBU dengan beban pajak tinggi di Pakistan

Ilustrasi pengisian bahan bakar minyak di SPBU dengan beban pajak tinggi di Pakistan

Pajak bahan bakar minyak di Pakistan mencatatkan angka fantastis dengan menyumbang sekitar 20,3 persen dari total penerimaan pajak Federal Board of Revenue sepanjang Juli 2026. Berdasarkan laporan Pakistan Observer, kontribusi masif tersebut berasal dari tingginya beban pungutan yang harus dibayar masyarakat setiap kali mengisi bensin dan solar untuk kebutuhan sehari-hari.

Berdasarkan analisis awak media, pungutan negara menyita sepertiga dari total harga eceran bensin di SPBU. Setiap liter bensin memuat komponen Petroleum Levy sebesar Rp80, Climate Support Levy sebesar Rp5, serta Customs Duty senilai Rp21,24. Total tiga pungutan itu mencapai Rp106,24 per liter sebelum memperhitungkan margin pemasaran dan biaya transportasi.

Beban serupa juga dirasakan pengguna kendaraan bermesin diesel di tengah kebijakan harga harian. Solar dengan harga eceran mencapai Rp382,36 per liter dibebani Petroleum Levy Rp73,47, Climate Support Levy Rp5, dan Customs Duty Rp15,68, sehingga total pungutan mencapai Rp94,15 per liter atau hampir seperempat dari harga jual.

Akumulasi pengumpulan dari seluruh konsumsi bahan bakar tersebut menghasilkan estimasi penerimaan sebesar Rp99,95 miliar dari bensin dan Rp66,43 miliar dari solar. Secara total, pemerintah meraup Rp166,37 miliar hanya dalam waktu satu bulan dari tiga jenis pungutan utama pada sektor energi.

Tingginya beban fiskal pada sektor energi memicu gelombang protes dari para pelaku usaha transportasi barang di negeri tersebut. Asosiasi pengemudi dan pengangkut barang di Pakistan bahkan mengumumkan rencana mogok kerja tanpa batas waktu sebagai bentuk protes terhadap kebijakan harga bahan bakar serta pajak tinggi.

Topics
pakistan pajak bbm federal board of revenue ekonomi bensin solar kebijakan fiskal
Jurnalis Politik & Ekonomi Senior

Bambang telah menghabiskan dua dekade terakhir meliput dunia politik dan ekonomi Indonesia. Dari gedung DPR hingga Istana Negara, ia telah menyaksikan dan melaporkan peristiwa-peristiwa penting yang membentuk negeri ini. Tulisannya tajam, mendalam, dan selalu mengedepankan fakta serta analisis yang jernih bagi pembaca Kabayan News.