Pemerintah Kenya menggelontorkan dana sebesar KSh 938 juta untuk menstabilkan harga bahan bakar minyak demi meredam lonjakan biaya impor yang membebani masyarakat luas.
Berdasarkan laporan Energy and Petroleum Regulatory Authority (EPRA) yang diumumkan pada Jumat, penyesuaian tarif ini mulai berlaku secara efektif pada Sabtu.
Data menunjukkan biaya impor rata-rata untuk super petrol melonjak sebesar 6,99 persen dari periode sebelumnya, mendorong intervensi anggaran negara.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeTanpa adanya suntikan dana stabilisasi tersebut, lonjakan harga di SPBU bakal memukul daya beli para pengemudi kendaraan bermotor dan rumah tangga secara signifikan.
Di sisi lain, komoditas solar dan minyak tanah justru mencatatkan penurunan biaya impor sepanjang periode peninjauan yang sama.
Kendati demikian, otoritas tetap mengalokasikan dana subsidi khusus guna menjaga kestabilan tarif bensin dan minyak tanah bagi masyarakat kelas bawah.
Berdasarkan pengamatan Kabayan News, langkah intervensi semacam ini konsisten dilakukan pemerintah guna mengendalikan laju inflasi dan menjaga stabilitas biaya hidup.
Di wilayah Nairobi, harga bensin tercatat stabil di angka KSh 214,03 per liter, sementara solar dan minyak tanah menyesuaikan tarif baru sesuai regulasi yang berlaku.