Esports World Cup 2026 berhasil diselamatkan setelah Paris secara mengejutkan mengambil alih posisi tuan rumah akibat konflik kawasan Timur Tengah yang mendesak pemindahan lokasi dari Riyadh. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, keputusan cepat tersebut melindungi investasi senilai USD 400 juta yang digelontorkan pemerintah Saudi Arabia untuk ajang bergengsi tersebut.
Menurut laporan pihak penyelenggara, tantangan terbesar dihadapi dalam durasi persiapan sangat singkat yaitu sekitar 50 hari untuk memproses lebih dari 3.000 visa serta menampung ribuan pemain dan staf pendukung. "Lebih dari 2.000 pemain beserta 1.000 staf pendukung menjadi prioritas utama kami sebelum merapikan aspek logistik lainnya," ujar Mike McCabe selaku COO dan deputy CEO Esports Foundation.
Kesuksesan transisi kilat ini terlihat jelas di Porte de Versailles yang menyuguhkan kemeriahan festival esports bertaraf internasional dengan kehadiran bintang besar seperti Magnus Carlsen dan Faker. Sebagaimana dilaporkan, kerja sama erat bersama pejabat pemerintah dan antusiasme tinggi masyarakat Paris membuat perhelatan masif ini berjalan tanpa kendala berarti.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip analisis Kabayan News, pemindahan mendadak ke Paris justru mempercepat strategi globalisasi jangka panjang dari pihak penyelenggara untuk menjadikan ajang ini sebagai turnamen keliling dunia. "Langkah ini mempercepat strategi yang awalnya diproyeksikan pada tahun-tahun mendatang menjadi tahun 2026," ungkap Faisal Bin Homran selaku chief product officer Esports Foundation.